Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ternyata Vivo, Xiaomi, Oppo & Huawei Bukan Lagi Raja HP China
    Insight News

    Ternyata Vivo, Xiaomi, Oppo & Huawei Bukan Lagi Raja HP China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2021Updated:30 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pasar smartphone di China ternyata tidak dikuasai oleh produsen lokal. Buktinya, Apple berhasil jadi raja ponsel di Tiongkok mengalahkan Vivo, Xiaomi, Oppo, dan Huawei.

    Ini berasal dari laporan Counterpoint pada bulan Oktober 2021. Capaian Apple tersebut juga menjadi yang pertama kalinya sejak Desember 2015.

    Apple berada di urutan pertama berkat seri anyar iPhone 13, penjualannya naik 46% secara bulanan atau month on month (MoM). Perusahaan asal Amerika Serikat itu berhasil mengalahkan Vivo pada laporan bulan Oktober.

    Menurut Counterpoint, perusahaan utama lainnya juga mengalami penurunan bulanannya pada penjualan Oktober lalu.




    Foto: Apple berhasil jadi raja smartphone di China mengalahkan Oppo, Vivo, Huawei, Xiaomi (Doc. Counterpoint Research)

    Dalam laporan tersebut Apple memiliki pangsa pasar 22%, diikuti Vivo 20%. Berikutnya ada Oppo dengan 18%, sementara Huawei hanya 8%.

    “Sejak penurunan [pangsa pasar] Huawei, posisi teratas di China telah berpindah. Oppo menjadi nomor satu di Januari 2021, kemudian Vivo ada di posisi teratas pada Maret 2021. Dinamika pasar berubah lagi pada Oktober dengan Apple menjadi nomor 1 OEM untuk pertama kalinya sejak Desember 2015,” kata Direktur Riset, Tarun Pathak dikutip laman resminya, Senin (29/11/2021).

    Dia mengatakan keberhasilan Apple karena iPhone 13, yang ternyata dirilis dengan harga lebih murah dari seri iPhone 12 di China.

    Huawei yang sempat tangguh di segmen premium di China, meninggalkan celah dan diisi oleh Apple. Tarun Pathak mengatakan Apple juga kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak jika tidak ada masalah kelangkaan pasokan bahan baku.

    “Huawei tangguh di segmen premium di China. Namun nampaknya berubah sekarang. Apple dengan ekuitas merek yang kuat, mendapatkan hasil maksimal dari celah yang ditinggalkan Huawei pada segmen premium. Apple bisa mendapatkan lebih banyak jika bukan karena kelangkaan, khususnya untuk versi Pro. Namun tetap saja Apple mengelola rantai pasokannya lebih dari OEM lain,” jelasnya.

    Soal kelangkaan pasokan di pasar China, analis senior Counterpoint, Varun Mishra mengatakan waktu tunggu iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max antara 405 minggu. Namun ternyata pelanggan negara itu ada yang memilih membayar premium agar ponsel langsung datang.

    “Secara keseluruhan pasar China melambat sepanjang tahun dan pertumbuhan Apple adalah tanda positif. Ini menunjukkan bahwa pengguna smartphone China cepat matang dan ingin beli lebih banyak perangkat high-end, yang bisa jadi peluang bagus untuk merek. Rantai pasokan juga memprioritaskan perangkat high-end dan margin lebih tinggi pada kelangkaan,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.