Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ternyata Ini Penyebab Musim Hujan di RI Sempat Tertunda
    Insight News

    Ternyata Ini Penyebab Musim Hujan di RI Sempat Tertunda

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Januari 2024Updated:6 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Wilayah Indonesia akhirnya kembali memasuki musim hujan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sempat memperingatkan potensi kekeringan akibat tertundanya musim hujan selama dua bulan. 

    Dalam sebuah cuitan, pakar klimatologi BRIN, Erma Yulihastin menuliskan bahwa musim hujan tertunda hingga dua bulan. “Bayangkan, awal musim hujan tertunda hingga 5 dasarian karena pengaruh El Niño. Normalnya, angin dari utara atau barat sudah eksis pada November dasarian 2 tapi Januari dasarian 1 baru eksis,” ungkap Erma dikutip dari X, Sabtu, (6/1/2024).

    Dia pun menjabarkan bahwa saat ini Vorteks Borneo telah terbentuk di Laut China Selatan yang berpusat di Natuna dan vorteks di Samudra Hindia. Cuaca selama beberapa hari mendatang pun dipengaruhi oleh dinamika tersebut. “Malam ini hujan terbentuk di Jakarta, dan Jateng-Jatim,” tulisnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Erma pun mengingatkan bahwa hujan akan kembali terkonsentrasi di wilayah Sumatra, yaitu Jambi, Pangkalpinang, dan Bangka-Belitung. Hujan tersebut akan bersifat awet dan persisten, sehingga menimbulkan risiko banjir. 

    Sementara itu hujan di Jawa akan tergantung dari proses penjalaran hujan dari Sumatra tersebut. 

    Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 10 Januari 2024 mendatang.

    Mengutip dari keterangan resmi, BMKG menegaskan bahwa sepanjang 3-10 Januari 2024 sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

    Tidak hanya itu, BMKG juga mengimbau masyarakat dan seluruh instansi terkait, terutama yang berada di kawasan curam, bergunung, atau tebing untuk ekstra waspada.

    “Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, tebing, atau rawan longsor dan banjir agar tetap waspada terhadap dampak akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang,” ujar Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto, dikutip Sabtu (6/1/2024).



    Artikel Selanjutnya


    Super Blue Moon 30 Atau 31 Agustus, Ini Jadwal Terlihat di RI

    (mkh/mkh)


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.