Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ternyata Bukan TikTok, Ini Raja Aplikasi Baru Buatan China
    Insight News

    Ternyata Bukan TikTok, Ini Raja Aplikasi Baru Buatan China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 April 2023Updated:26 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bicara soal aplikasi dari China, ada sebuah aplikasi yang kini tengah menikmati popularitasnya, tapi itu bukan TikTok.

    Aplikasi itu tak lain adalah CapCut, saudara kandung TikTok yang sama-sama dinaungi raksasa teknologi China, ByteDance Ltd.

    Berdasarkan data pelacak aplikasi, CapCut menunjukan angka unduhan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir sejak bulan Maret dibandingkan TikTok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CapCut sendiri merupakan aplikasi yang memungkinkan orang untuk mengedit video dengan mudah layaknya profesional. Aplikasi ini menyediakan berbagai template, filter, efek visual, dan musik. Video yang diedit di CapCut juga memiliki peluang lebih tinggi untuk menjadi viral di TikTok dan platform lain.

    Diluncurkan pada tahun 2020, CapCut memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan, menurut data dari Diandian yang berbasis di Shanghai. Sementara itu, TikTok memiliki lebih dari satu miliar pengguna secara global.

    Dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (26/4/2023), tidak seperti TikTok, CapCut seolah terhindar dari pengawasan peraturan atas praktik penanganan data pengguna di AS.

    Padahal pemerintahan Biden telah mendorong para pendiri ByteDance untuk melepaskan kepemilikan mereka di TikTok dengan alasan mengatasi kekhawatiran atas ancamannya terhadap keamanan nasional AS.

    CapCut mengatakan dalam kebijakan privasinya bahwa untuk menyediakan layanan, ia mengumpulkan konten seperti foto dan video yang diunggah pengguna, serta data pengguna termasuk lokasi, jenis kelamin, dan tanggal lahir mereka, yang umum untuk alat pengeditan video.

    Mereka mengaku menyimpan data semacam itu di AS dan Singapura, seperti halnya TikTok.

    CapCut melonjak ke puncak toko aplikasi sejak akhir tahun lalu. Ia hampir menduduki puncak mingguan aplikasi yang diunduh di AS, bersama TikTok, serta platform belanja Temu dan mode marketplace Shein.

    Menurut laporan Sensor Tower, unduhan global CapCut melonjak 43% menjadi lebih dari 400 juta tahun lalu. Sekitar 7% dari unduhan globalnya sejak tahun lalu berasal dari AS.

    “Ini sangat mudah digunakan. CapCut menghadirkan begitu banyak fitur bagus, dan gratis, “kata Edoardo Liotta, pengguna TikTok berusia 25 tahun yang berbasis di Singapura dengan lebih dari 80.000 pengikut yang mengunduh aplikasi tersebut akhir tahun lalu.

    CapCut bukan penghasil pendapatan tinggi bagi ByteDance, namun perusahaan lebih ingin memonetisasi popularitas aplikasi, kata orang-orang yang akrab dengan perusahaan.

    Akhir tahun lalu, CapCut mulai memberikan langganan premiun untuk layanan penyimpanan cloud agar lebih banyak lagi mendapatkan fitur dan efek.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.