Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ternyata Ada Covid-19 Varian Asli Indonesia, Berbahayakah?
    Insight News

    Ternyata Ada Covid-19 Varian Asli Indonesia, Berbahayakah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2022Updated:14 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia ternyata juga punya mutasi Covid-19 sendiri. Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat buka suara soal varian asli di dalam negeri B.1.466.2.

    Menurutnya varian tersebut tidak berpotensi berbahaya dan tidak masuk dalam daftar varian of concern (VoC). Sebagai informasi yang masuk dalam daftar tersebut adalah varian Delta dan omicron.

    “Asli Indonesia ada nomornya kalau enggak salah B.1.466.2. Tapi itu tidak diidentifikasi sebagai varian berpotensi berbahaya. Varian lokal itu sudah sangat kalah dibandingkan varian Delta,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI pada September lalu.

    Varian asli Indonesia ditemukan pertama kali di Bekasi. Saat itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menatakan B.1.466.2 sempat mendominasi penularan di tanah air pada bulan Maret 2021 hingga 57%.

    Bulan September lalu, Ketua Tim Riset Whole Genome Sequencing (WGS) LIPI, Sugiyono Saputro mengatakan hal tersebut tidak dibahas karena kala itu masih ada keterbatasan untuk melakukan whole genome sequencing.

    “Iya (sempat) masif, tapi dulu tak terbahas karena keterbatasan untuk melakukan whole genome sequencing juga. Saat ini data genom sudah banyak dan bisa bicara banyak dan (jadi) tahu juga kalau dulu varian lokal pernah mendominasi,” kata Ketua Tim Riset Whole Genome Sequencing (WGS) LIPI Sugiyono Saputra, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (13/9/2021).

    Sementara itu World Health Organization (WHO) mengungkapkan B.1.466.2 masuk dalam Alerts for Further Monitoring atau membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

    “Kategori varian Alerts for Further Monitoring dapat diartikan sebagai dugaan perubahan-perubahan genetik yang mempengaruhi karakteristik virus dengan beberapa indikasi bahwa varian itu dapat menimbulkan risiko di masa depan,” ujar WHO dikutip dari situs resminya.

    Di Indonesia sendiri berbagai varian juga sempat terdeteksi. Termasuk terakhir adanya varian omicron yang menyebar begitu cepat dan membuat kasus harian di dalam negeri juga melonjak secara signifikan.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.