Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Termasuk Surat Tilang Palsu, Ini 7 Modus Baru Penipuan Whatsapp
    Insight News

    Termasuk Surat Tilang Palsu, Ini 7 Modus Baru Penipuan Whatsapp

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Juli 2024Updated:6 Juli 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    Jakarta, Dexpert.co.id – WhatsApp menjadi aplikasi percakapan yang paling populer hampir di seluruh dunia. Kepopuleran aplikasi ini ternyata dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk melakukan kejahatan menguras rekening korban.

    Penipuan melalui WhatsApp kerap memanfaatkan file APK yang dikirim acak ke nomor HP. Pengiriman pesan ini bertujuan agar penerima chat mengklik dan mendownload file tersebut. Tanpa sadar, file tersebut ternyata mengandung virus yang bisa menguras rekening korban.

    Cara pembobolan yang disebut sebagai phising ini serupa dengan kejahatan mengirim link lewat email. Penipu online berharap agar penerima email atau WhatsApp memberikan akses secara tak sadar sehingga HP atau akun finansial bisa diambil alih atau dibajak.

    Berikut sejumlah modus penipuan online di WhatsApp terbaru:

    1. Modus Kurir

    Dalam penipuan modus ini, pengirim pesan mengaku sebagai kurir yang ingin mengirimkan barang ke rumah korban. Pelaku mengirimkan lampiran dengan nama file berbentuk apk dengan tulisan LIHAT Foto Paket’.

    Mereka yang mengunduh file itu akan kehilangan uang yang disimpan di bank. Berbagai data termasuk keuangan yang bakal diambil oleh para pelaku.

    2. File Undangan Nikah

    Penipuan menggunakan modus undangan nikah sempat viral beberapa waktu lalu. Para pengguna WhatsApp menerima file apk oleh orang yang tidak dikenal dengan judul undangan pernikahan.

    File atau aplikasi dengan judul Surat Undangan Pernikahan Digital berukuran 6,6 mb. Para penipu mengajak korbannya membuka file untuk mengecek kebenaran file di dalamnya.

    3. Surat Tilang Palsu

    Modus lainnya yang berkembang adalah surat tilang palsu. Pelaku mengirimkan file apk yang berjudul ‘Surat Tilang-1.0 apk’ kepada korbannya. Karena panik, bisa saja korban langsung mengunduh file tersebut. Jangan pernah sekalipun mengklik file tersebut atau rekening anda akan ludes.

    4. Catut MyTelkomsel

    Aplikasi MyTelkomsel juga pernah dicatut pelaku penipuan di WhatsApp. Korban akan diminta mengklik file apk yang dikirimkan. Berikutnya mereka akan diminta memberikan izin akses pada sejumlah aplikasi, termasuk foto, video, SMS, dan akses akun layanan perbankan digital atau fintech.

    5. Pengumuman dari Bank

    Modus penipuan lainnya adalah membuat pengumuman yang seakan berasal dari bank. Isinya mengenai perubahan tarif transaksi dan transfer yang tidak masuk akal.

    Pengguna WhatsApp akan diberikan link untuk mengisi formulir. Link tersebut akan membuat data mereka dicuri para pelaku.

    6. Undangan VCS

    Pelaku penipuan melalui WhatsApp juga menggunakan modus video call sex (VCS). Modus ini dilancarkan dengan cara pelaku melakukan panggilan video ke korban. Pelaku sudah menyiapkan gambar tak senonoh untuk ditampilkan di layarnya.

    Apabila korban mengangkatnya, pelaku langsung merekam layar yang menampilkan wajah korban dengan gambar tak senonoh tersebut. Foto atau video tersebut kemudian dijadikan alat untuk memeras.

    Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengatakan modus ini memanfaatkan ketidaktahuan seseorang soal teknologi dan menjadikannya ancamannya. “Ini pada prinsipnya adalah pemerasan yang memanfaatkan ketidaktahuan atau keamanan seseorang tentang teknologi,” kata dia.

    “Kalau ragu dan diperas, hubungi teman yang mengerti dan minta bantuannya untuk menghadapi ancaman-ancaman yang tidak kita mengerti, jangan main mengikuti ancaman saja,” paparnya.

    7. Kuras Rekening Pakai Kode QR

    Metode penipuan lainnya yang berkembang adalah quishing. Istilah itu merujuk pada kombinasi kode QR dan phishing.

    Saat memindai QR Code, biasanya korban akan dibawa ke situs tertentu. Selain bisa menunjukkan pesan teks biasa, situs tersebut bisa melacak daftar aplikasi hingga alamat peta korban.

    Pelaku memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mengarahkan calon korbannya ke situs web palsu. Mereka akan membuat orang sulit mendeteksi situs yang akan dikunjungi sebelum membuka web.

    Wired menyebut, pelaku quishing akan mengelabui seseorang untuk mengunduh sesuatu ke dalam perangkat. Unduhan tersebut akan membahayakan perangkat milik korban.

    Langkah berikutnya, para korban akan diminta memasukkan beberapa kredensial login. Informasi itu akan didapatkan oleh pelaku quishing.

    Kejahatan ini semakin masif karena kode QR bisa dibuat dengan mudah dan siapa saja. Seseorang bisa membuatnya bahkan tanpa keahlian khusus.

    Cara Terhindar Quishing

    Ada beberapa cara untuk menghindari kejahatan quishing. Utamanya adalah jangan percaya QR code yang dipasang di tempat umum atau diberikan pada orang yang tidak jelas.

    Anda juga bisa mengenali QR code dengan tujuan kejahatan. Karena biasanya penipu akan meningkatkan rasa urgensi dan kekhawatiran calon korbannya. Misalnya dengan menyertakan pernyataan, “Pindai kode QR ini untuk memverifikasi identitas Anda atau mencegah penghapusan akun Anda”.

    Terakhir, jangan lupa mengaktifkan autentikasi dua faktor pada tiap akun. Selain itu, jangan lupa untuk keluar dari perangkat yang tidak digunakan lagi.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan & Peluang Layanan Super Apps Perbankan di RI





    Next Article



    Sederet Penipuan Gaya Baru Jelang Lebaran, Korbannya Banyak!



    (dce)

    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.