Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terkubur Es 46.000 Tahun, Cacing Ditemukan Masih Hidup
    Insight News

    Terkubur Es 46.000 Tahun, Cacing Ditemukan Masih Hidup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Agustus 2023Updated:2 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Cacing purba dibangkitkan setelah 46.000 tahun membeku di Siberia. Selama ribuan tahun, cacing yang termasuk dalam kelompok nematoda ini “tidur” dalam keadaan “cryptobiosis.”

    Panagrolaimus kolymaensis, spesies cacing mikro yang diperkirakan berasal dari era 45.839-47.769 tahun yang lalu, ditemukan di bawah lapisan es abadi Siberia.

    Nematoda memang dikenal sebagai salah satu dari sedikit organisme yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem dalam periode yang panjang. Caranya adalah mengubah tubuhnya ke dalam kondisi cryptobiosis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam kondisi cryptobiosis, organisme menghentikan semua proses metabolisme di tubuhnya hingga kondisi lingkungannya membaik. Nematoda yang ditemukan di Siberia pertama kali ditemukan pada 2018.

    Organisme lain yang mampu tidur panjang selama puluhan ribu tahun adalah tardigrade dan rotifer. Bahkan, peneliti pernah menemukan bakteri yang terawetkan selama 25 juta hingga 40 juta tahun.

    P. kolymaensis ditemukan di kedalaman 40 meter di bawah lapisan es, di tepian Sungai Kolyma. Selain cacing purba, ahli juga menemukan organisme lain di tanah yang membeku di area tersebut, mulai dari DNA, virus, hingga beruang utuh.

    Analisis radiokarbon atas material tanaman di area beku abadi menempatkan cacing tersebut di era Pleistocene. Analisis genomika atas nematoda tidak bisa mengidentifikasi spesies tersebut.

    Periset kemudian “memanen” sekitar 100 generasi cacing tersebut kemudian dibandingkan dengan kerabat terdekat mereka, Caenorhabditis elegans. Tujuannya untuk mengenali gen yang terkait kemampuan cryptobiosis.

    Penelitian atas cacing ini penting untuk memahami kondisi misterius cryptobiosis. Harapannya, peneliti bisa mendapatkan inspirasi untuk mencari metode baru dalam menyimpan jaringan dan sel untuk jangka panjang. 

    Mereka juga ingin mencari tahu berapa lama nematoda bisa bertahan dalam kondisi cryptobiosis.

    “Penemuan ini berimplikasi dalam cara kita memahami proses evolusi, cakupan satu generasi bisa diperpanjang dari beberapa hari ke ribuan tahun, dan kemampuan individu suatu spesies untuk selamat bisa berujung ke kembalinya garis keturunan yang sudah punah.”



    Artikel Selanjutnya


    Mendag Buka-Bukaan Nasib Ecommerce Jualan Barang Impor Murah

    (dem/dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.