Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terkuak! Biang Kerok Bisnis Startup Gagal di Indonesia
    Insight News

    Terkuak! Biang Kerok Bisnis Startup Gagal di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Mei 2022Updated:20 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Membangun perusahaan rintisan atau biasa disebut startup bukan menjadi hal yang mudah. Terbukti banyak startup yang belum sempat berkembang tapi sudah gagal duluan.

    Tidak semua startup dapat berhasil untuk meraih kesuksesan karena beberapa faktor, seperti kurangnya kecocokan pasar-produk hingga ketidakharmonisan tim.

    Laporan dari CBInsights, mengungkap 20 alasan utama kegagalan startup. Berikut dikutip CNBC Indonesia, Jumat (20/5/2022):

    • Tidak ada kebutuhan pasar (42%)
    • Kehabisan uang (29%)
    • Komposisi tim tidak tepat (23%)
    • Kalah dalam kompetisi (19%)
    • Harga atau biaya tanggungan (18%)
    • Produk yang tidak ramah pengguna (17%)
    • Produk tanpa model bisnis (17%)
    • Pemasaran yang buruk (14%)
    • Mengabaikan pelanggan (14%)
    • Produk diluncurkan di waktu yang tidak tepat (13%)
    • Kehilangan fokus (13%)
    • Ketidakharmonisan antartim atau dengan investor (13%)
    • Pivot berakhir buruk (10%)
    • Kehilangan passion (9%)
    • Ekspansi gagal (9%)
    • Tidak ada pendanaan atau ketertarikan dari investor (8%)
    • Masalah hukum (8%)
    • Tidak menggunakan jaringan (8%)
    • Burnout (8%)
    • Tidak bisa pivot (7%)

    Di Indonesia sendiri memiliki program 1000 Startup. Adapun fokus program ini untuk mendorong terwujudnya ekosistem startup digital yang kolaboratif dan inklusif dengan visi menciptakan solusi bagi permasalahan bangsa dengan memanfaatkan teknologi digital.

    Menurut data dari website resmi, ada lebih dari 1.160 startup dirintis dan 85.000 calon founder. Ada beberapa tahapan program yang diberikan, mulai dari ignition, networking, workshop, hacksprint, bootcamp, dan incubation.

    Indonesia disebut memiliki potensi ekonomi digital mencapai sekitar USD70 Miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan akan mencapai USD146 Miliar Dolar AS pada tahun 2025.

    Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo, telah menunjukkan komitmen mencapai keberhasilan transformasi digital melalui pengembangan talenta dan inovasi teknologi digital melalui pembinaan pengusaha teknologi lokal dan startup teknologi.

    “Untuk memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia ditopang oleh ketersediaan talenta digital yang menyoroti urgensi untuk memelihara dan menarik talenta digital di bidang TIK dan teknologi baru, termasuk Big Data, Artificial Intelligence, Cloud Computing, dan Internet of Things,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Fintech Panen Modal, Investasi Startup Gim Meroket

    (Intan Rakhmayanti Dewi/dem)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.