Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terkuak, Bandar Kripto Bangkrut Utang ke Nasabah Rp 130 T
    Insight News

    Terkuak, Bandar Kripto Bangkrut Utang ke Nasabah Rp 130 T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juni 2023Updated:27 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan terbaru dari tim FTX mengungkap bahwa layanan penukaran mata uang kripto itu berutang ke nasabah sebesar US$ 8,7 miliar atau setara Rp 130 triliun. Angka itu diperoleh setelah menggali lebih dalam laporan keuangan perusahaan.

    Sebelumnya, jejeran eksekutif FTX dikatakan berupaya menyembunyikan angka tersebut, dikutip dari CoinDesk, Selasa (27/6/2023).

    Dalam laporan tim internal FTX, sebanyak US$ 6,4 miliar utang tersebut dalam bentuk mata uang fiat dan stablecoin yang disalahgunakan para petinggi perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebanyak US$ 7 miliar aset saat ini telah dipulihkan. CEO FTX saat ini, John J. Ray III, mengatakan akan berupaya mengembalikan semua utang perusahaan ke nasabah.

    “Pencitraan FTX selama ini yang seakan-akan berfokus pada konsumen hanya sebuah fatamorgana,” kata dia dalam pernyataan resminya.

    “Sejak awal ada platform penukaran FTX.com, FTX Group telah mempermainkan deposit konsumen dan uang perusahaan. FTX Group telah menyalahgunakan dana tersebut hanya untuk kepentingan beberapa eksekutif,” ia menjelaskan.

    Berdasarkan audit forensik dan analisa selama beberapa bulan, laporan terbaru menunjukkan ada beberapa oknum manajemen dan seorang pengacara senior yang ketahuan menggelapkan uang nasabah.

    Laporan terbaru sebanyak 33 halaman tersebut merupakan dokumen kedua yang dilaporkan Ray. Pertama, ia mengumbar dokumen penting pada April lalu yang menunjukkan berbagai aktivitas tak wajar di internal perusahaan di bawah kepemimpinan pendiri dan mantan CEO Sam Bankman-Fried.

    Saat ini FTX sedang dalam proses untuk dinyatakan pailit di Delaware. Ray berupaya menyelesaikan semua persoalan perusahaan sejak kolaps pada November 2022 lalu.

    Ia sesumbar bahwa proses untuk membongkar kebobrokan FTX hingga ke akar merupakan hal yang menantang. Pasalnya, jejeran eksekutif sebenarnya sudah tahu soal utang US$ 8 miliar ke konsumen sejak Agustus 2022. Namun mereka memilih bungkam, menurut penuturan Ray.

    Setelah persoalan kelar, Ray mengindikasikan bakal membangun ulang layanan FTX 2.0. Belum jelas akan seperti apa operasional layanan itu nantinya. Tantangannya juga pasti besar, terutama untuk mengumpulkan kembali kepercayaan konsumen.



    Artikel Selanjutnya


    6 Nama Indonesia di Daftar Utang Bandar Kripto Bangkrut FTX

    (fab/fab)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.