Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terinfeksi Covid-19 Delta & Omicron Bersamaan? Ini Kata Ahli
    Insight News

    Terinfeksi Covid-19 Delta & Omicron Bersamaan? Ini Kata Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2022Updated:10 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dalam perkembangannya sejak pertama kali ditemukan, Covid-19 muncul dengan banyak varian termasuk Delta dan omicron yang teridentifikasi akhir tahun lalu. Biasanya seseorang akan terinfeksi satu varian dalam satu waktu, namun bisakah langsung terkena dua varian sekaligus?

    Hingga saat ini memang belum ada laporan atas kemungkinan tersebut. Namun profesor dan kepala departemen penyakit menular di University of Buffalo, Thomas Russo mengatakan koinfeksi dapat terjadi. “Ini sangat mungkin dari sudut pandangan molekuler,” ungkapnya dikutip laman health, Kamis (10/2/2022).

    Hal yang sama juga dikatakan oleh pakar penyakit menular di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Amesh A. Adalja. Menurutnya omicron akan menginfeksi beberapa sel dan sel lainnya diserang oleh Delta.

    Untuk memberi gambaran soal koinfeksi dua varian, Russo memberikan sebuah contoh. “Bayangkan Anda berada di sebuah bar di mana ada banyak orang yang terinfeksi,” jelas Russo.

    Ternyata di dalam bar, sebagian orang terinfeksi omicron dan sisanya dengan Delta. Orang-orang itu dapat melepaskan partikel virus ke udara dan orang lain dapat terpapar kedua varian dalam waktu bersamaan, ungkapnya.

    Namun menurutnya, koinfeksi dapat mengikat sel yang berbeda pada waktu bersamaan. Jadi tidak akan dalam perbandingan yang sama 50:50, Delta bisa menginfeksi lebih banyak atau yang terjadi sebaliknya pada omicron.

    Adalja menambahkan jika seseorang bisa terpapar dua strain bersamaan. Namun kemungkinan ini lebih sulit terjadi sebab kekebalan tubuh berkembang setelah terinfeksi virus.

    “Ini mungkin lebih sulit terjadi setelah banyak waktu berlalu, karena sistem kekebalan tubuh Anda meningkat,” kata Adalja.

    Koinfeksi dua varian ini ternyata tak hanya terjadi pada Covid-19. Russo mengatakan juga bisa pada penyakit lain, misalnya flu.

    Ini pertama ditemukan dalam studi Journal of Clinical tahun 2015. Koinfeksi influenza terjadi pada influenza A/H3N2 dan influenza A/H1N1pdm09.

    Infeksi tersebut ditemukan tahun 2014 lalu, pada seorang anak laki-laki berusia 3 tahun di Kamboja.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.