Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Telur Langka, McDonald’s Terpaksa Batasi Jualan Menu Sarapan
    Inspiring You

    Telur Langka, McDonald’s Terpaksa Batasi Jualan Menu Sarapan

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman4 Juli 2024Updated:4 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Australia sedang dilanda krisis pasokan telur akibat wabah flu burung. Kelangkaan telur ini menyebabkan McDonald’s terpaksa memangkas jam menu sarapan sebanyak 90 menit.

    Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Murray Watt, mengatakan wabah virus flu burung dalam beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan sekitar 1 juta ayam petelur terpaksa dihanguskan demi membatasi penyebaran penyakit ini.

    Kondisi ini membuat McDonald’s pada Selasa (3/7/2024) mengumumkan bahwa mereka untuk sementara hanya menjual menu sarapan hingga pukul 10.30 pagi, bukan tengah hari di seluruh Australia.

    “Seperti banyak pengecer lainnya, kami dengan hati-hati mengelola pasokan telur karena tantangan industri saat ini,” kata McDonald’s di halaman Facebook Australia.

    “(Kami) bekerja keras dengan para petani dan pemasok telur di Australia untuk mengembalikan pasokan ke kondisi normal sesegera mungkin.”

    Supermarket juga dilaporkan membatasi pembelian telur sebanyak dua karton per konsumen. Raksasa ritel Australia Coles dan Woolworths dilaporkan memberlakukan pembatasan jumlah karton telur yang dapat dibeli dalam satu transaksi di sebagian besar negara bagian.

    Konsumen diperkirakan akan kesulitan mendapat telur dalam jangka pendek. Selain itu, pasokan telur akan dialihkan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan terbesar, kata pemerintah Australia dalam pembaruan terbarunya.

    Meski telur langka, tidak ada dampak terhadap pasokan daging ayam saat ini, menurut pemerintah.

    Dampak flu burung di Australia dirasakan di seluruh industri unggas, kata Rowan McMonnies, direktur pelaksana kelompok industri Australian Eggs dalam sebuah pernyataan.

    Food Standards Australia Selandia Baru mencatat bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular virus melalui makanan yang disiapkan dengan benar.

    “Influenza burung (flu burung) bukan merupakan masalah keamanan pangan dan aman untuk mengonsumsi daging ayam, telur, dan produk telur yang ditangani dan dimasak dengan benar,” tambah organisasi tersebut.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Daya Beli Lesu, Bisnis Skincare Ikut Meredup?





    Next Article



    Makanan Super Terbaik untuk untuk Pangkas Berat Badan



    (hsy/hsy)

    Gaya Hidup Terkini Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.