Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Telkomsel Buka-bukaan Biaya Bangun AI Mahal, Begini Hitungannya
    Insight News

    Telkomsel Buka-bukaan Biaya Bangun AI Mahal, Begini Hitungannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 September 2024Updated:27 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Permintaan akan solusi kecerdasan buatan (AI) terus meningkat. Berbagai bisnis di berbagai industri menggunakannya untuk meningkatkan efisiensi dan layanan kepada pelanggan, termasuk Telkomsel.

    Lalu bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun suatu sistem AI?

    Director of Network Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan, tidak melakukan perhitungan secara langsung. Namun yang dirasakan, biaya yang dikeluarkan untuk membangun AI sebanding dengan hasil yang didapatkan.

    Membangun AI, kata dia memang butuh dana yang khusus dialokasikan. Biaya tersebut untuk training model menggunakan GPU atau TPU, baik di Google, AWS atau Nvidia.

    Saat ini, biaya yang dipatok cukup tinggi karena saat ini demand atau permintaannya juga tinggi, sementara prosesor yang tersedia terbatas.

    Namun Telkomsel punya strategi sendiri, yakni mereka hanya melatih model yang dibutuhkan saja.

    “Tapi dengan strategi yang kita lakukan, kita hanya melakukan training model yang hanya kita butuhkan, kemudian dibalikin ke kita, kemudian yang lainnya dilakukan secara on-premise ataupun di lokasi kita,” ujar Indra saat Media Update Telkomsel Hyper AI di Kantor Telkomsel, Kamis (26/9/2024).

    “Kita bisa melakukan efisiensi di sisi AI-nya, tapi dampaknya di sisi cost, di sisi cost di sisi akurasi, productivity itu meningkat signifikan,” imbuhnya.

    Jadi memang, model yang dilatih harus dipilih sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau use case mana yang mesti menggunakan AI, yang sekiranya bisa menghasilkan dampak tinggi bagi pelanggan dan perusahaan.

    “Kita harus ada balancing. Kalau misalnya ada pekerjaan manual, terus kita semua di AI-kan, ntar dulu deh karena dampaknya juga mungkin masih nggak terlalu signifikan,” ujar Indra.

    Namun demikian, Indra tak menyebut jumlah pasti yang perusahaan keluarkan untuk membangun ekosistem AI di perusahaan.

    Lantas, berapa sebenarnya biaya membangun AI?

    Untuk proyek AI yang lebih sederhana, biasanya dipatok harga sekitar US$5.000 (Rp 75 juta).

    Namun, untuk solusi yang lebih canggih dan intensif biayanya bisa melebihi US$500.000 (Rp 7 miliar).

    Menurut proyek pengembangan AI yang diulas di Clutch, mayoritas pengembangan AI berada dalam kisaran US$10.000 hingga US$49.000.

    Kisaran ini biasanya mencakup pengembangan perangkat AI dasar, seperti chatbot, pendamping AI, atau model pembelajaran mesin sederhana.

    Jadi, biaya pengembangan solusi AI dapat bervariasi berdasarkan kompleksitas dan cakupan proyek.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Malaysia Diserbu Raksasa Teknologi Asing, RI Malah Kena ‘PHP’




    Next Article



    Telkomsel & CEO Microsoft Bahas Potensi AI Buat Berdayakan Masyarakat



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.