Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Telkom Ungkap Alasan Saham Turun Padahal Laba Triliunan
    Insight News

    Telkom Ungkap Alasan Saham Turun Padahal Laba Triliunan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2024Updated:31 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengumumkan pencapaian labanya di kuartal I-2024. BUMN ini meraup laba Rp 6,173 triliun.

    Dibandingkan dengan laba kuartal I-2023 yang sebesar Rp 6,355 triliun, jumlah laba Telkom turun tipis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun belakangan harga saham Telkom turun. Hal ini turut menjadi sorotan anggota Komisi VI DPR RI, salah satunya Rieke Diah Pitaloka.

    Rieke mengatakan, sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Telkom dimulai, ia sempat cek saham Telkom. Ia mengaku terkejut karena nilainya turun diangkat Rp 2.760.

    Ia kemudian mempertanyakan kira-kira apa penyebab menurunnya harga saham Telkom.

    “Tadi iseng saya pak, saya ngecek saham Telkom, kurang lebih 1 jam yang lalu, artinya hari ini 30 Mei 2024 turun ya dinilai Rp 2.760. Lalu saya coba iseng saya lihat tahun sebelumnya di bulan Juli 2023 itu diangka Rp 4.400,” ujar Rieke saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Telkom Indonesia, Kamis (30/5/2024).

    “Sepanjang sepengetahuan saya, barangkali saya salah bapak, saham Telkom itu tidak pernah ada di angka 3.000, jarang sekali, di bawah 3.000 ya pak. Tolong kami diberikan penjelasan apa yang mengakibatkan anjloknya saham Telkom.” sambungnya.

    Menjawab pertanyaan Rieke, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah memaparkan penyebab turunnya harga saham Telkom.

    Pertama, ada faktor global yang memengaruhi anjloknya harga saham Telkom yakni bunga The Fed masih tinggi. Kemudian diperparah dengan kurs dolar yang semakin menguat terhadap rupiah.

    “80 persen investor kita dari luar, bahkan kalau di zoom lagi sebagian besar di AS. Terus diperparah lagi kurs dolar yang menguat terhadap rupiah,” jelas Ririek.

    Lalu ada faktor dalam negeri seperti pemilu, serta persaingan dan sebagainya. Telkom, kata Ririek, bukan satu-satunya operator yang sahamnya merosot.

    “Yang turun tidak hanya Telkom tapi dua operator lain juga ikut turun,” pungkasnya.


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.