Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Teknologi China Dipakai Mata-Matai Orang Islam, Ngeri!
    Insight News

    Teknologi China Dipakai Mata-Matai Orang Islam, Ngeri!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kelompok peneliti asal Amerika Serikat (AS) IPVM menuduh perusahaan penyedia alat pengintai asal China, Hikivision, memiliki kontrak khusus dengan pemerintahan Xi Jinping.

    Hikivision dikatakan mengembangkan teknologi khusus untuk mendeteksi mahasiswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan di China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan IPVM, teknologi Hikivision akan mengumpulkan data rekaman waktu makan dari para mahasiswa Muslim di China.

    Hikivision mengonfirmasi di laman LinkedIn bahwa pihaknya memang memenangkan tender untuk sebuah teknologi. Namun, perusahaan membantah bahwa teknologi bisa menganalisa video untuk mengidentifikasi etnis minoritas.

    “Proyek ini tidak pernah terlibat dikembangkan atau dimanfaatkan untuk melanggar hak manusia,” kata Hikivision, dikutip dari TheRegister, Rabu (15/11/2023).

    Proyek yang dimenangkan Hikivison bernilai US$ 9 juta untuk mengembangkan konsep ‘Smart Campus’ di Minjiang University, provinsi Fujian. Kontraknya diselesaikan pada Desember 2022.

    Dalam 600 lembar dokumen tender, ada sebuah sistem yang disebut ‘”Analisis Bantuan Siswa Etnis Minoritas” yang dimaksudkan untuk mendukung “pengambilan keputusan” dari manajemen kampus.

    Menurut IPVM, ada fitur yang akan mengingatkan manajemen kampus ketika ada siswa yang dicurigai berpuasa.

    Lebih lanjut, dalam dokumen tender yang dilihat IPVM, proyek Smart Campus memiliki fitur untuk memberikan beberapa data lain ke manajemen kampus.

    Data itu mencakup kebutuhan sehari-hari seperti kebiasaan meminjam buku di perpustakaan, tujuan liburan, penggunaan paspor, aktivitas club mahasiswa, serta anggota keluarga.

    Namun, belum diumbar apa motif sebenarnya untuk mendeteksi mahasiswa Muslim di China yang berpuasa.

    Selama ini, China memang kerap dituduh melanggar hak asasi manusia untuk kelompok minoritas, misalnya dalam memperlakukan tenaga kerja etnis minoritas hingga penahanan.

    Beberapa pegawai pemerintahan juga telah dilarang untuk berpuasa. Pegawai sipil dan guru di provinsi Xinjiang yang mayoritas beragama Muslim juga mengaku mendapat perintah larangan puasa.

    Pada Juli lalu, Hikivision pernah dituduh memenangkan tender dari pemerintah China untuk mengidentifikasi komunitas Muslim Uyghur. Proyeknya dikatakan memiliki nilai US$ 6 juta.


    Artikel Selanjutnya


    Video: Jepang Hancurkan Mimpi China Jadi Produsen Chip Dunia

    (fab/fab)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.