Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tekanan Putin, Google Rusia Dilepas Rp 83 Triliun
    Insight News

    Tekanan Putin, Google Rusia Dilepas Rp 83 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2024Updated:6 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Yandex telah mencapai kesepakatan untuk menjual layanannya yang kerap dijuluki “Google-nya Rusia”. Yandex yang bermarkas di Belanda menyerahkan seluruh layanannya kepada sekelompok investor di Rusia.

    Nilai kesepakatannya senilai 475 miliar rubel (Rp 83 triliun). Ini menandai keluarnya Belanda secara penuh dari perusahaan mesin pencari tersebut, usai Moskow menginvasi Ukraina hampir dua tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kesepakatan yang direkayasa Kremlin ini akan membuat pemain teknologi terbesar Rusia itu sepenuhnya berada di bawah kepemilikan Rusia, termasuk dana yang pada akhirnya dimiliki oleh perusahaan minyak besar Lukoil, dan memperkuat hengkangnya Yandex dari lingkaran teknologi Barat.

    Mengutip Reuters, Selasa (6/2/2024), raksasa pencarian itu dipandang sebagai salah satu dari sedikit perusahaan Rusia yang berpotensi menjadi bisnis global. Yandex yang terdaftar di Nasdaq telah mengembangkan layanan online populer, termasuk pencarian, periklanan, dan layanan ride-hailing di Rusia.

    Salah satu pendiri Yandex, Arkady Volozh, yang pindah dari Rusia ke Israel pada 2014, mengecam invasi Rusia ke Ukraina sebagai tindakan yang biadab, sehingga menyebabkan beberapa orang di Kremlin mendorong nasionalisasi atas Yandex.

    Namun pada akhirnya,  bisnis Yandex yang menyumbang lebih dari 95% pendapatan akan tetap berada di Rusia dan berada di bawah kendali Rusia.

    Kremlin, yang menyambut baik kesepakatan tersebut, telah melakukan negosiasi dengan Yandex selama sekitar 18 bulan untuk mencoba memisahkan bisnis Rusia dari Yandex NV, induknya di Belanda.

    Yandex selalu tampil sebagai perusahaan yang bebas dari pengaruh Kremlin, sebuah misi yang sulit jika perusahaan tersebut telah menjadi aset nasional.

    Kesepakatan itu menghitung kapitalisasi pasar Yandex sebesar US$10,2 miliar, berdasarkan rata-rata tertimbang tiga bulan untuk sahamnya di Moscow Exchange. Pada akhir tahun 2021, sebelum invasi Rusia, nilai pasar Yandex telah mendekati US$30 miliar.



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.