Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tega, Hacker China Curi US$20 Juta Dana Bantuan Covid Amerika
    Insight News

    Tega, Hacker China Curi US$20 Juta Dana Bantuan Covid Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Desember 2022Updated:11 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hacker asal China mencuri dana bantuan Covid-19 Amerika Serikat. Peretasan yang berlangsung sejak 2020 tersebut dikabarkan berhasil merampok dana senilai US$20 juta.

    NBC News melaporkan bahwa kelompok hacker yang berbasis di Chengdu, China dan dikenal sebagai APT41 meretas sistem informasi pinjaman UKM dan asuransi pengangguran di lusinan negara bagian Amerika Serikat.

    Pertasan oleh APT41 adalah sebagian dari aksi penjahat siber yang mengincar dana bantuan Covid-19 di Amerika Serikat. Inspektur Jenderal Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 20% dari pembayaran dana pengangguran AS yang mencapai US$872,5 miliar dinilai tidak layak.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penipuan pencairan dana Covid yang terkait hacker China berlangsung mulai 2020 dengan memanfaatkan 2.000 akun yang secara total terlibat dalam 40.000 transaksi finansial.

    Dinas Rahasia, badan di bawah Departemen Keuangan AS yang bertanggung jawab atas pengamanan Presiden AS dan kejahatan terkait mata uang, menyatakan berhasil mengembalikan setengah dari dana senilai US$20 juta yang dicuri APT41.

    Menurut Reuters, APT41 tidak hanya melakukan kejahatan siber dengan motif finansial. Grup ini juga diketahui melakukan peretasan untuk kepentingan pemerintah China. 

    Beberapa anggota dari APT41 telah ditetapkan sebagai tersangka pada 2019 dan 2020 oleh Departemen Kehakiman AS atas tindakan mata-mata di 100 perusahaan yang terdiri dari perusahaan software, telekomunikasi, media sosial, dan pengembang video game.

    “Sangat disayangkan, Partai Komunis China memilih cara yang berbeda untuk membuat China aman dari kriminal siber, selama mereka menyerang komputer di luar China dan mencuri properti intelektual yang bisa membantu China,” kata Deputi Jaksa Agung AS pada saat itu.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.