Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanifund Sudah Angkat Tangan
    Insight News

    Tanifund Sudah Angkat Tangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juni 2023Updated:8 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara soal nasib Tanifund. Perusahaan peer-to-peer lending itu disebut sudah menyerah dan tidak bisa melakukan apapun.

    Sejak beberapa waktu lalu, tingkat kredit macet Tanifund selalu tinggi. Bahkan rata-rata TKB90nya mencapai 30%.

    “Tanifund sudah angkat tangan. Mereka sudah tidak melaksanakan action plan apapun dan melakukan apapun,” kata Kepala Departemen Pengawasan LEmbaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Triyono, di Jakarta, Kamis (8/6/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya OJK pernah mengumumkan 24 pinjol dengan tingkat kredit macet lebih dari 5%. Lembaga tersebut meminta semua perusahaan untuk menurunkan tingkat TWP dalam platformnya.

    Disinggung terkait hal ini, Triyono menjelaskan pihaknya melakukan pengawasan berdasarkan pelaporan. Saat ada pinjaman online (pinjol) yang melewati batas normal maka akan dipanggil oleh OJK.

    “Mereka harus buat action plan, kita sepakati bersama. Mereka komit melakukan tindakan,” ungkapnya.

    OJK akan melakukan pemantauan jika rencana yang disusun tidak tercapai. Saat itu, perusahaan akan diberikan surat peringatan 1 dan 2 dari OJK.

    “Begitu tidak mencapai lagi kita akan melakukan pembekuan usaha,” kata Triyono.

    Perusahaan akan diminta membuat komitmen hingga perizinan OJK-nya dicabut. Tahapan terakhir adalah saat perusahaan tidak bisa melakukan apapun lagi.

    “Buat komitmen baru sampai cabut. Kalau enggak bisa lagi kayak tanifund itu mungkin sudah bicara akhirnya seperti apa,” pungkasnya.

    Dalam pernyataan beberapa waktu lalu, Direktur Pengawasan Fintech OJK, Tris Yulianta mengatakan Tanifund memiliki masalah kredit macet di Tanifund cukup komplek. Yakni bukan hanya dari manajemen, namun juga soal peminjam.

    “Tapi ada dampak borrower nya sendiri yang pada saat memperoleh pinjaman, karena dia di sektor pertanian bisa jadi tingkat keberhasilan panennya tidak sesuai ekspektasi,” ujarnya. “Jadi tidak bisa dikatakan ini hanya borrower nya, ini hanya manajemennya, tapi ini impact dari 2 hal, ya borrowernya tidak sesuai ekspektasi tingkat panennya, manajemen risiko juga kurang bagus.”



    Artikel Selanjutnya


    Video: Ada Orang Utang ke 40 Pinjol, OJK Lakukan Hal Ini!


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.