Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanggal Idul Adha Bisa Beda, Ini Penjelasan BRIN
    Insight News

    Tanggal Idul Adha Bisa Beda, Ini Penjelasan BRIN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juni 2023Updated:4 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan tentang perkiraan tanggal Hari Raya Idul Adha 1444H/2023 dari sudut pandang ilmiah.

    Ia membeberkan soal garis tanggal awal Dzulhjjah dengan kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), serta kriteria astronomi Odeh.

    “Pada 18 Juni 2023, hilal tidak mungkin terlihat di wilayah Indonesia dan Asia Tenggara secara umum,” kata dia, dikutip dari blog personalnya, Minggu (4/6/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa 1 Dzulhijjah 1444H/2023 yang dimaknai sebagai Idul Adha akan jatuh pada 29 Juni 2023.

    “Kepastiannya menunggu keputusan sidang Itsbat,” ujarnya.

    Thomas mengatakan di Arab Saudi, baik dengan kriteria MABIMS maupun Odeh, hilal bisa jadi terlihat pada 18 Juni. Karena itu, diperkirakan 1 Dzulhijjah jatuh pada 19 Juni 2023 di negara tersebut.

    Namun, lagi-lagi itu hanya perkiraannya berdasarkan observasi pengamatan dari 2 metode ilmiah yang dilakukan. Adapun metode MABIMS merujuk pada tinggi bulan minimal 3 derajat, elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat, dari aplikasi Astronomis PP Persis. Sementara itu, metode Odeh diambil dengan pengamatan dari aplikasi Accurate Time.

    “Kepastiannya [di Arab] menunggu hasil rukyat yang diumumkan Arab,” kata dia.

    Berdasarkan analisa posisi bulan yang dilakukan, Thomas mengatakan pada maghrib 18 Juni 2023 tinggi bulan hanya 2,1 derajat.

    “Itu terlalu rendah, sehingga hilal yang sangat tipis tidak mungkin mengalahkan cahaya senja yang masih cukup kuat,” ia menuturkan.

    Oleh karena itu, secara astronomis tidak mungkin ada kesaksian hilal pada 18 Juni 2023. Bulan Dzaulqa’dah digenapkan 30 hari dan 1 Dzulhijjah jatuh pada hari berikutnya, yakni 20 Juni 2023.

    “Dengan demikian, Idul Adha diperkirakan pada 29 Juni 2023,” kata dia.

    Sementara itu, di Makkah pada saat maghrib 18 Juni 2023 tinggi bulan sudah 4,6 derajat dan elongasi geosentrik 7 derajat. Diprakirakan hilal cukup tebalnya untuk mengalahkan cahaya syafak sehingga hilal mungkin dirukyat pada 18 Juni 2023.



    Artikel Selanjutnya


    Tak Puas Harta Karun RI Berlimpah, Soeharto Panggil Habibie

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.