Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Makin Dekat, Terlihat Jelas di Samudra Atlantik
    Insight News

    Tanda Kiamat Makin Dekat, Terlihat Jelas di Samudra Atlantik

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Juni 2024Updated:16 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kiamat merupakan ketetapan Ilahi yang tidak diketahui kapan akan terjadi. Namun tanda-tanda tersebut mulai muncul disalah satu lokasi yakni Samudra Atlantik.

    Diketahui, air disana semakin surut dan perubahan iklim jelas terlihat nyata. Kerusakan itu ditemukan para peneliti melalui model komputer dan data masa lalu. Peneliti juga mengembangkan indikator peringatan dini pada kerusakan atau sistem arus laut.

    Hasilnya Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) berada dalam perubahan yang mendadak. Parahnya lagi kejadian ini belum pernah terjadi sejak lebih dari 10 ribu tahun lalu dan dampaknya akan meluas pada sebagian besar dunia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, AMOC adalah arus teluk dan arus kuat lainnya. Ini merupakan sabuk pengangkut laut yang membawa panas, karbon dan nutrisi dari daerah tropis ke Lingkaran Arktik yang menjadi tempat mendingin dan tenggelam ke laut dalam.

    Fenomena tersebut akan mendistribusikan energi ke seluruh Bumi dan memodulasi dampak pemanasan global yang disebabkan manusia.

    Sementara itu, AMOC terjadi karena gletsel di Greenland dan lapisan es Arktik yang mencair lebih cepat dari perkiraan. Dengan begitu, air tawar mengalir ke laut dna menghambat air asin tenggelam dari selatan.

    Tercatat, AMOC terus mengalami penurunan sejak 1950 yakni mencapai 15%. Ini menjadi yang terlemah sejak satu milenium.

    Berdasarkan penelitian, perubahan suhu pada permukaan laut akan dalam titik kritis terjadi antara 2025-2095. Namun temuan tersebut dibantah oleh Kantor Meteorologi Inggris.

    “Sangat tidak mungkin terjadi pada abad ke 21,” tulis lembaga tersebut.

    Salah satu dampak runtuhnya AMOC adalah musim hujan dan kemarau di Amazon yang berubah. Pada akhirnya akan membuat suhu Bumi berfluktuasi jauh tidak menentu.

    Di Bumi bagian selatan juga akan menjadi lebih hangat. Sementara Eropa akan lebih dingin dengan curah hujan yang lebih sedikit.



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.