Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Makin Dekat Muncul dari Samudra Atlantik, Ilmuwan Kaget
    Insight News

    Tanda Kiamat Makin Dekat Muncul dari Samudra Atlantik, Ilmuwan Kaget

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2024Updated:7 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Tanda “kiamat” muncul di Samudra Atlantik yang mengalami kerusakan Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC).

    The Guardian melaporkan, sirkulasi laut di Samudra Atlantik sedang menuju titik kritis yang merupakan berita buruk bagi sistem iklim dan umat manusia.

    Para ilmuwan pada penelitiannya juga terkejut dengan kecepatan titik kerusakan itu bisa tercapai. Meski mereka juga belum dapat memprediksi seberapa cepat hal itu bisa terjadi.

    Dengan model komputer dan data masa lalu, peneliti mengembangkan indikator peringatan dini terhadap rusaknya sirkulasi AMOC atau sistem arus laut yang merupakan komponen kunci dalam regulasi iklim global.

    Ilmuwan menemukan AMOC sudah berada pada jalur perubahan yang mendadak, yang belum pernah terjadi lebih dari 10.000 tahun dan akan berdampak buruk pada Sebagian besar dunia.

    AMOC, yang meliputi sebagian Arus Teluk dan arus kuat lainnya, adalah sabuk pengangkut laut yang membawa panas, karbon, dan nutrisi dari daerah tropis menuju Lingkaran Arktik, tempat ia mendingin dan tenggelam ke laut dalam.

    Pengadukan ini membantu mendistribusikan energi ke seluruh bumi dan memodulasi dampak pemanasan global yang disebabkan oleh manusia.

    Sistem ini terjadi akibat mencairnya gletser di Greenland dan lapisan es Arktik yang lebih cepat dari perkiraan. Sehingga mengalirkan air tawar ke laut dan menghambat tenggelamnya air yang lebih asin dan hangat dari selatan.

    Penelitian menunjukan Amoc sendiri telah mengalami penurunan sebesar 15% sejak tahun 1950 dan berada pada kondisi terlemahnya dari satu millennium.

    Selain itu berdasarkan penelitian berdasarkan perubahan suhu di permukaan laut menunjukan titik kritis bisa terjadi antara tahun 2025 dan 2095. Meski Kantor Meteorologi Inggris mengatakan perubahan besar dan cepat di AMOC tidak mungkin terjadi.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Adopsi AI di Dunia Medis, RI Bakal Saingi Malaysia & Singapura





    Next Article



    ‘Gerbang Neraka’ Menganga Lebar, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengerikan



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.