Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Makin Dekat Ada di Balik Es
    Insight News

    Tanda Kiamat Makin Dekat Ada di Balik Es

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Maret 2024Updated:6 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bongkahan es di Kutub Selatan tercatat mencair sejak 1970. Namun ternyata fenomena itu terjadi jauh lebih lama sekitar 80 tahun lalu.

    Tim peneliti yang dipimpin oleh University of Houston mengungkapkan fenomena tersebut yang berasal dari penelitian di Gletser Thwaites dan Pine Island. Mereka mengumpulkan inti batuan sedimen dari tujuh lokasi di gletser tersebut.

    Rachel Clark, peneliti dari University of Houston menyebutkan perubahan gletser yang mencair bukan hanya terjadi secara acak. Termasuk juga tidak hanya pada satu gletser saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Terpenting adalah perubahan tidak terjadi secara acak atau spesifik pada satu gletser,” kata Clark, dikutip dari Science Alert, Kamis (29/2/2024).

    Dia menambahkan cairnya gletser jadi bagian dari “kiamat” perubahan iklim. “Anda tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi pada glester,” ungkapnya.

    Penelitian tersebut juga menunjukkan pola El Nino, yang membuat perairan Antartika Barat lebih hangat antara 1939 hingga 1942. Fenomena ini memang jadi penyebab banyak es mencair dan mengapung bebas.

    Penelitian itu juga menunjukkan saat lapisan es menyusut secara bersamaan juga terjadi pencairan gletser. Ini terjadi juga berlanjut hingga beberapa dekade berikutnya.

    Julia Wellner, peneliti lainnya mengatakan El Nino hanya berlangsung beberapa tahun. Namun Thwaites dan Pine Island masih mencair secara signifikan.

    Es Thwaites diperkirakan telah menghilang lebih dari 1.000 miliar ton es sejak satu abad lalu.

    Wellner mengatakan penting melakukan penelitian ini. Karena dampaknya begitu besar pada perairan di Antartika, termasuk kenaikan permukaan laut dan penahan di area tersebut.

    “Jika Thwaites tidak stabil, maka seluruh es di Antartika Barat berpotensi menjadi tidak stabil,” ungkapnya.




    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.