Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Kian Jelas, Pakar Ungkap Petaka Baru
    Insight News

    Tanda Kiamat Kian Jelas, Pakar Ungkap Petaka Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Maret 2024Updated:30 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah studi baru menunjukkan perubahan iklim yang memicu ‘kiamat’ di Bumi turut memperburuk inflasi. Studi yang diunggah dalam jurnal Communications Earth & Environment itu menyebut, dampak pemanasan global danĀ cuaca ekstrem diperkirakan akan terus menyebabkan kenaikan harga dan inflasi pangan.

    “Kami menemukan bahwa kondisi suhu yang diproyeksikan pada tahun 2035 soal pemanasan global di masa depan menyiratkan peningkatan tekanan inflasi di seluruh dunia,” tulis para peneliti dari Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim dan Bank Sentral Eropa, dikutip dari Business Insider, Rabu (27/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Semakin meningkat ‘tanda kiamat’, rata-rata inflasi pangan bisa naik sebesar 3,23% per tahun secara global, dan mendorong inflasi umum naik sebesar 1,18% dalam dekade mendatang.

    “Setelah tahun 2035, besarnya perkiraan tekanan terhadap inflasi sangat berbeda antar skenario emisi, menunjukkan bahwa mitigasi gas rumah kaca secara tegas dapat menguranginya secara signifikan,” tulis mereka.

    Perubahan iklim mulai memengaruhi berbagai bagian perekonomian, meningkatkan biaya perumahan di daerah-daerah dengan risiko iklim tinggi, dan memicu kekurangan pasokan komoditas pangan di seluruh dunia, mulai dari minyak zaitun hingga kakao.

    Menurut peneliti, bahan pangan kemungkinan besar menjadi komponen inflasi terbesar yang terkena dampaknya. Dampak inflasi juga tidak akan seimbang, dengan tekanan terbesar terjadi pada negara-negara di Afrika dan Amerika Selatan.

    Tekanan-tekanan tersebut dapat diatasi dengan pendekatan kebijakan yang tepat, namun para peneliti juga memperingatkan bahwa jika emisi tidak dikurangi maka dampak inflasi akan semakin buruk.

    “Dalam skenario emisi terbaik, tekanan eksogen terhadap inflasi hanya sedikit lebih besar pada tahun 2060 dibandingkan pada tahun 2035, namun skenario emisi terburuk akan menyebabkan tekanan terhadap inflasi pangan melebihi 4% [per tahun] di sebagian besar dunia,” kata para peneliti.



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.