Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Dua Matahari Muncul di Mentawai, Ini Kata Ahli
    Insight News

    Tanda Kiamat Dua Matahari Muncul di Mentawai, Ini Kata Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Februari 2024Updated:26 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengguna Instagram dikagetkan dengan penampakan dua matahari. Akun @awreceh.id menyebutkan fenomena tersebut terjadi di Mentawai.

    Dalam video singkat yang dibagikan dalam postingan itu, terlihat seseorang mengambil gambar langit dari atas kapal. Orang tersebut memperlihatkan dua cahaya seperti Matahari saat bersamaan.

    Peneliti Meteorologi di Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Deni Septiadi menjelaskan kejadian tersebut merupakan fenomena optik sundog. “Itu namanya ‘sundog’ atau ‘parhelion’, fenomena optik atmosfer yang merupakan jenis ‘halo’ matahari,” ujarnya, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (26/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurutnya, kejadian tersebut terjadi karena adanya perbedaan kerapatan atmosfer. Ini membuat difraksi cahaya matahari dipantulkan kristal es dan akhirnya membuat adanya dua titik cahaya.

    “Perbedaan densitas atau kerapatan atmosfer mengakibatkan difraksi cahaya matahari dipantulkan oleh kristal es akan menghasilkan dua titik cahaya di sekitar matahari sehingga akan tampak sebagai matahari kembar pada perspektif pandangan kita yang ada di permukaan,” jelasnya.

    Fenomena parhelion ini, dia mengatakan biasa terjadi. Yakni saat adanya keadaan kontras hujan dan panas atau saat iklim dingin dan lembab pada satu tempat yang sama membuat awan cirrus memiliki kristal es yang terdifraksi.

    Sundog juga terjadi saat matahari rendah yakni pada saat terbit maupun terbenam. Deni mengatakan fenomena tersebut jadi posisi terjadinya Halo.

    Dia juga mengingatkan, sundog tidak terkait dengan penanda cuaca ekstrem. Kejadian tersebut menjadi penanda adanya perubahan cuaca pada atmosfer.

    “Namun demikian, keberadaan awan cirrus merupakan petunjuk adanya perubahan cuaca di atmosfer ke depannya. Meskipun dalam beberapa kasus, pertumbuhan awan cirrus yang masif dan kompleks melibatkan cuaca ekstrem,” kata Deni.

    [Gambas:Instagram]



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.