Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat di Mana-Mana, Kini Muncul Gara-Gara Chip
    Insight News

    Tanda Kiamat di Mana-Mana, Kini Muncul Gara-Gara Chip

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Februari 2024Updated:29 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Harga chip global diperkirakan bakal melonjak. Penyebabnya adalah kekurangan air akibat berbagai tanda kiamat perubahan iklim seperti cuaca ekstrem dan kekeringan.

    Analis kredit S&P Global Ratings, Hins Li, kepastian suplai air kini adalah faktor kunci dari kinerja perusahaan produsen chip global seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

    “Salah kelola sumber daya air bisa mengganggu operasional perusahaan, kinerja keuangan, dan hubungan dengan konsumer,” katanya dalam risetnya. “Di sisi lain, perubahan iklim meningkatkan frekuensi kekeringan, cuaca ekstrem dan volatilitas curah hujan, membuat produsen chip makin sulit mengelola stabilitas produksi.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CNBC International menjelaskan chip semikonduktor kini digunakan oleh berbagai macam produk, mulai dari HP hingga mobil. TSMC, pemilik fasilitas fabrikasi terbesar dunia, memproduksi chip untuk perusahaan seperti Nvidia dan Apple.

    Konsumsi air industri chip sangat tinggi karena air “murni” digunakan untuk mendinginkan air dan memastikan lembaran wafer bebas debu dan serpihan.

    “Ada hubungan langsung antara penggunaan air dan kecanggihan chip, karena fabrikasi menggunakan air “ultramurni” untuk mencuci wafer. Makin canggih chip, proses ini makin banyak berulang, dan konsumsi air makin tinggi,” kata Li.

    Laporan S&P menyatakan konsumsi air di industri semikonduktor naik di kisaran satu digit mendekati 10 persen, didorong oleh ekspansi kapasitas dan permintaan atas teknologi chip terbaru.

    Konsumsi air perusahaan-perusahaan chip global diperkirakan setara dengan Hong Kong, kota yang menjadi tempat tinggal 7,5 juta orang.

    Konsumsi air TSMC per unit chip naik lebih dari 35 persen setelah beralih ke proses 16 nanometer pada 2015. Karena posisi mereka dominan dalam industri chip, TSMC bisa mengkompensasi penurunan volume penjualan dengan kenaikan harga.

    TSMC kini memproduksi 90 persen dari chip tercanggih yang ada di pasaran, yang digunakan untuk AI dan komputasi kuantum.

    Perusahaan asal Taiwan tersebut juga bisa fokus memproduksi lebih banyak chip tercanggih yang marginnya lebih tinggi jika suplai air menipis. Strategi ini bisa memompa pendapatan TSMC.




    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.