Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat Baru Muncul Lagi di Antartika, Ilmuwan Teriak!
    Insight News

    Tanda Kiamat Baru Muncul Lagi di Antartika, Ilmuwan Teriak!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 April 2024Updated:9 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Para ilmuwan di stasiun penelitian Concordia yang terletak di dataran tinggi Antartika timur mendokumentasikan peristiwa luar biasa pada 18 Maret 2022.

    Mereka mencatat lonjakan suhu terbesar yang pernah diukur di pusat meteorologi di Bumi. Menurut instrumen yang digunakan wilayah tersebut pada hari itu, wilayah tersebut mengalami kenaikan suhu sebesar 38,5C di atas rata-rata musiman, sebuah rekor yang pernah terjadi di dunia.

    Bahkan lonjakan yang terjadi di tempat terdingin di planet ini, membuat para peneliti kutub kesulitan menemukan kata-kata untuk menggambarkannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini sungguh mencengangkan,” kata Prof Michael Meredith, pemimpin sains di British Antarctic Survey, dikutip dari The Guardian, Selasa (9/4/2024).

    “Pada suhu di bawah nol derajat, lompatan besar seperti itu masih bisa ditoleransi, namun jika kita mengalami kenaikan suhu sebesar 40 derajat Celsius di Inggris saat ini, maka suhu di musim semi akan mencapai lebih dari 50 derajat Celsius – dan hal ini akan berakibat fatal bagi penduduknya,” jelasnya menambahkan.

    Keheranan ini juga dirasakan oleh ahli glasiologi Martin Siegert, dari Universitas Exeter. Ia mengatakan, tak seorang pun dari mereka yang mengira hal seperti ini bisa terjadi. Ini sangat luar biasa dan memprihatinkan.

    “Kita sekarang harus bergulat dengan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata dia.

    Angin kutub yang sebelumnya hanya sedikit menembus atmosfer di atas Antartika, kini membawa semakin banyak udara hangat dan lembap dari garis lintang yang lebih rendah, termasuk Australia, jauh ke dalam benua tersebut.

    Peneliti menilai hal ini dianggap sebagai penyebab terjadinya gelombang panas kutub yang menimpa Concordia. Namun, alasan pasti mengapa arus ini mampu terjun tajam ke benua ini masih belum jelas.

    Para ilmuwan menemukan bahwa kenaikan suhu yang sangat besar ini bukan merupakan peristiwa yang terisolasi. Selama dua tahun terakhir, benua ini dibanjiri dengan meningkatnya jumlah laporan anomali meteorologi yang mengganggu.

    Gletser yang berbatasan dengan lapisan es Antartika bagian barat semakin berkurang massanya ke lautan, sementara permukaan es laut yang mengapung di lautan di sekitar benua tersebut, telah menurun drastis dan tetap stabil selama lebih dari satu abad.

    Peristiwa-peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Antartika yang dahulu dianggap terlalu dingin untuk mengalami dampak awal pemanasan global, kini ‘menyerah’ terhadap meningkatnya rumah kaca yang terus dipompa manusia ke atmosfer.

    Bahaya ini disoroti oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Will Hobbs dari Universitas Tasmania, dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Journal of Climate.

    Setelah mengkaji perubahan baru-baru ini pada tutupan es laut di Antartika, peneliti tersebut menyimpulkan telah terjadi transisi kritis mendadak dalam iklim benua yang dapat berdampak pada ekosistem lokal Antartika dan sistem iklim global.

    “Es laut Antartika yang sangat rendah membuat para peneliti berpendapat bahwa pergeseran sedang terjadi di Samudra Selatan, dan kami menemukan banyak bukti yang mendukung peralihan ke keadaan es laut baru.” kata Hobbs.



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.