Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanaman dan Serangga Hidup di Inti Es Greenland, Peneliti Kaget
    Insight News

    Tanaman dan Serangga Hidup di Inti Es Greenland, Peneliti Kaget

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Agustus 2024Updated:11 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah tim penelitian berhasil menemukan sisa-sisa tumbuhan dan serangga di Greenland. Ini jadi bukti wilayah tersebut pernah sangat hijau dalam jutaan tahun terakhir.

    Temuan itu berada di bawah inti es sedalam tiga km. Lokasinya berada di tengah pulau tersebut, dikutip dari Science Alert, Jumat (9/8/2024).

    Inti es bernama GISP 2 dibor pada 1993 atau lebih dari 30 tahun lalu. Namun hanya dilakukan penelitian pada batuan dan esnya.

    Sebelumnya belum ada yang berpikir untuk mencari fosil pada campuran sedimen di dasar es. Sebab, banyak yang tak menyangka bahwa Greenland dulunya sempat hijau.

    Ternyata ditemukan fakta mengejutkan soal jejak tanaman dan serangga. 

    “Kami melihat fosil-fosil tersebut dalam satu jam, mungkin setengah jam setelah mengerjakannya,” kata penulis utama studi dan Universitas Vermont, Paul Bierman kepada AFP.

    Mereka menemukan mulai dari spora dari spikemoss, jamur, mata majemuk dari serangga hingga biji poppy. Seluruh temuan menunjukkan adanya ekosistem tundra yang dinamis.

    Rekan penulis yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Vermont, Halley Mastro mengingatkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Yakni dengan melakukan pengeboran hingga ke inti es Greenlad.

    Dengan begitu, para peneliti bisa menemukan lebih banyak organisme purba yang berdampak pada masa depan manusia.

    Dalam penelitian itu juga disebutkan adanya potensi kenaikan permukaan laut global yang lebih besar. Penyebabnya adalah aktivitas yang dilakukan manusia dari yang diperkirakan sebelumnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Urgensi Investasi Startup Dukung Transformasi & Pembangunan Smart City




    Next Article



    Tanda Kiamat Baru Muncul Dekat RI, Ilmuwan Keheranan



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.