Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tambang Bitcoin di Amerika Ramai-ramai Tutup, Ada Apa?
    Insight News

    Tambang Bitcoin di Amerika Ramai-ramai Tutup, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Juli 2022Updated:15 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tambang kripto di Texas terpaksa menghentikan operasi mereka, sesuai permintaan otoritas yang mengelola pasokan listrik di salah satu negara bagian Amerika Serikat tersebut.

    Texas adalah salah negara bagian di Amerika Serikat yang menjadi lokasi favorit untuk penambang kripto, baik Bitcoin maupun Ether. Faktor pendorongnya adalah regulasi kripto yang liberal dibanding negara bagian lainnya.

    Menurut 911 Metallurgist, biaya menambang Bitcoin di Texas juga tergolong rendah. Penambang Bitcoin hanya harus menghabiskan US$16.648 untuk menambang 1 Bitcoin, menjadikannya sebagai salah satu lokasi tambang kripto paling efisien di AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Negara bagian dengan biaya paling murah untuk menambang Bitcoin di AS adalah Georgia yaitu US$13.143 per Bitcoin, sedangkan yang termahal adalah Hawaii yang biaya per Bitcoinnya mencapai US$54.862.

    Namun, gelombang panas yang terjadi di Texas memaksa semua penambang kripto level industri harus menutup operasinya. Gelombang panas, berarti peningkatan penggunaan energi listrik untuk penyejuk udara, yang berarti mendongkrak permintaan listrik. Biasanya, permintaan melonjak begitu tinggi hingga melebihi kapasitas.

    Dewan Keandalan Listrik Texas yang diberi nama ERCOT meminta agar otoritas di negara bagian tersebut untuk menghemat listrik demi menghindari kegagalan pasokan listrik. Hampir semua pelaku industri pertambangan kripto menaati permintaan tersebut dan menghentikan operasi mereka.

    Texas punya pengalaman buruk soal pasokan listrik. Pada 2021, hampir seluruh area di Texas mati listrik di tengah badai musim dingin. Ratusan orang meninggal dunia karena tidak bisa menjaga suhu tubuh mereka tetap hangat.

    Menurut Presiden Asosiasi Blockchain Texas, Lee Bratcher, kapasitas penambangan Bitcoin yang dimatikan mencapai 1.000 MW. “Ini mencakup hampir semua tambang Bitcoin di Texas dan mengosongkan sekitar 1% dari kapasitas distribusi listrik untuk dialihkan ke penggunaan komersial dan ritel,” kata Bratcher.

    Konsumsi listrik yang besar membuat beberapa negara bagian di AS melarang penambang Bitcoin menggunakan listrik yang berasal dari bahan bakar fosil, termasuk New York. Ini mendorong penambang New York ramai-ramai pindah ke Texas.

    Menurut Bloomberg, tambang Bitcoin membuat penggunaan listrik di Texas meroket. Pada bulan ini, rekor penggunaan listrik di Texas dua kali pecah yaitu sebanyak 77.460 MW pada 5 Juli dan 78.206 MW pada 8 Juli.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ada Usul Forking untuk Selamatkan Terra LUNA, Apa Itu?

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.