Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tambah Lagi, Sekutu AS Ini ‘Buang’ Teknologi 5G Huawei China
    Insight News

    Tambah Lagi, Sekutu AS Ini ‘Buang’ Teknologi 5G Huawei China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Mei 2022Updated:20 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kanada menjadi negara baru yang akan memblokir penggunaan peralatan 5G Huawei Technologies dan ZTE Corp dengan alasan keamanan nasional. Ini membuat seluruh anggota Five Eyes resmi tak memakai teknologi 5G Huawei.

    Five Eyes merupakan aliansi yang digagas oleh Amerika Serikat (AS) untuk pertukaran data intelijen. Kelompok ini beranggotakan AS, Kanada, Selandia Baru, Inggris dan Australia.

    “Kami berencana mengecualikan Huawei dan ZTE dari jaringan 5G kami,” ujar Menteri Perindustrian Kanada Francois-Philippe Champagne, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/5/2022).

    “Penyedia [layanan telekomunikasi dan internet] yang sudah memasang peralatan ini akan diminta untuk menghentikan penggunaannya dan menghapusnya berdasarkan rencana yang kami umumkan hari ini.”

    Francois-Philippe Champagne menambahkan perusahaan Kanada akan diminta mencopot perangkat teknologi 5G Huawei dan ZTE mulai Juni 2022, jika hingga 2024 perusahaan tidak seluruhnya mengganti perangkat, maka biayanya tidak diganti.

    Francois-Philippe Champagne menambahkan perusahaan telekomunikasi dan internet Kanada yang menggunakan perangkat 4G milik Huawei dan ZTE juga harus mencopotnya paling lambat 2027.

    Pengecualian teknologi 5G Huawei dan ZTE dari infrastruktur pertama kali dilakukan oleh AS ketika dipimpin Presiden Donald Trump. AS menuding perangkat 5G milik kedua raksasa teknologi itu bisa disusupi pemerintah China untuk memata-matai negara lain.

    Klaim AS ini terus dibantah oleh Huawei dengan menyebut perusahaan tidak ada hubungannya dengan pemerintah China.

    Seorang juru bicara kedutaan China di Kanada menyebut kebijakan Kanada ini adalah “dalih manipulasi politik” dan menuduh Kanada bekerja sama dengan AS untuk menekan perusahaan-perusahaan China.

    Alykhan Velshi dari Huawei Kanada mengatakan perusahaan masih menunggu untuk mendengar “ancaman keamanan nasional macam apa yang ditimbulkan oleh Huawei”.

    Ia menyebut Huawei masih memiliki 1.500 karyawan di Kanada, sebagian besar bekerja pada divisi penelitian dan pengembangan (R&D), dan penjualan produk seperti ponsel dan akan tetap melakukannya.

    ZTE Corp tidak segera memberikan komentar atas pertanyaan yang diajukan Reuters.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Susul RI, India Segera Sediakan Jaringan Internet Cepat 5G

    (roy)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.