Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Takut AI Bawa Petaka, Tony Blair Ajak Jokowi Susun Aturannya
    Insight News

    Takut AI Bawa Petaka, Tony Blair Ajak Jokowi Susun Aturannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, ke Indonesia turut membicarakan soal AI. Pendiri Tony Blair Institute itu mengajak pemerintah Indonesia berdiskusi soal penyusunan aturan terkait teknologi tersebut.

    Dalam pertemuan dengan Kementerian Kominfo, Blair mengungkapkan kekhawatiran soal generative AI. Kekhawatiran yang sama juga muncul secara global.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tony Blair Institute juga menyampaikan bahwa concern mereka tentang generative AI yang saat ini perkembangannya mempunyai lompatan-lompatan kuantum yang kadang-kadang unpredictable dengan risiko-risiko yang juga tidak terduga,” jelas Wakil Menteri Kominfo. Nezar Patria usai pertemuan, Jumat (19/4/2024).

    Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Tony Blair mengajak bekerja sama dengan Indonesia. Salah satunya dengan bertukar pikiran dan diskusi merumuskan kerangka kerja aturan terkait AI.

    Tony Blair Institute juga berfokus pada teknologi AI. Lembaga tersebut memiliki 1.000 talenta yang bekerja untuk AI.

    “Menawarkan semacam kerjasama dengan Indonesia dalam rangka tukar pikiran tukar pengalaman dan juga semacam partner untuk diskusi merumuskan regulator framework,” kata dia.

    Menteri Kominfo Budi Arie mengatakan Indonesia belum memiliki framework tersebut. Segera juga akan melakukan peninjauan aturan di negara lain.

    Dia menjelaskan Indonesia baru memiliki Surat Edaran terkait etika penggunaan AI yang dirilis Desember lalu. Surat itu diperuntukkan bagi pelaku usaha, aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artificial, juga bagi para penyelenggaraan sistem elektronik lingkup publik dan privat.

    “Indonesia ini belum memiliki framework soal regulasinya, baru surat edaran menkominfo mengenai etika AI, yang dua ini,” jelasnya.

    “Kita juga minta support untuk bagaimana framework reguler framework ini yang bisa diberlakukan di Indonesia sesuai dengan kebutuhan kita dan perkembangan AI depan,” kata Budi Arie menambahkan.




    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.