Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik Baru Joe Biden Bunuh Teknologi China
    Insight News

    Taktik Baru Joe Biden Bunuh Teknologi China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Desember 2023Updated:4 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) punya taktik baru untuk membunuh teknologi China. Pemerintahan Joe Biden mengeluarkan pedoman untuk membatasi China dalam mengirim teknologi baterai yang memenuhi syarat kredit pajak kendaraan listrik mulai tahun depan.

    Departemen Keuangan AS untuk sementara akan mengecualikan beberapa komponen penting dari peraturan ketat tersebut. Namun, ada beberapa komponen dari China dan negara-negara lain yang akan dilarang, dan masuk daftar Entitas Asing Perlu Diawasi atau Foreign Entity of Concern (FEOC).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Departemen Energi mengatakan sebuah perusahaan akan dianggap FEOC jika dimiliki atau dikendalikan oleh pemerintah asing. Perusahaan juga tidak memenuhi syarat jika entitas yang berkepentingan memegang 25% kursi dewan, hak suara, atau ekuitas entitas tersebut.

    Negara-negara tersebut antara lain Korea Utara, China, Rusia, dan Iran.

    Aturan baru ini dirancang untuk menjauhkan rantai baterai kendaraan listrik AS dari produk China, dan diawasi secara ketat oleh para pembuat mobil saat mereka mengambil keputusan investasi dalam memproduksi baterai transisi ke kendaraan listrik.

    Aturan FEOC mulai berlaku pada tahun 2024 untuk baterai jadi dan tahun 2025 untuk komponen penting yang digunakan untuk memproduksinya, demikian dikutip dari Reuters, Senin (4/12/2023).

    Aliansi Inovasi Otomotif, sebuah kelompok yang mewakili hampir semua produsen mobil, mengatakan, keputusan mengecualikan bahan baku selama dua tahun adalah hal yang signifikan dan bijaksana. Tanpa hal tersebut, hampir semua kendaraan bisa tidak memenuhi syarat.

    Sementara, Departemen Keuangan AS menyatakan beberapa bahan yang dikecualikan masing-masing menyumbang kurang dari 2% dari nilai mineral penting pada baterai.

    Para produsen mobil listrik pun ikut buka suara, seperti General Motors yeng mengatakan bahwa mereka yakin akan mampu mempertahankan insentif pembelian konsumen untuk banyak kendaraan listrik pada tahun 2024 dan seterusnya.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir Chip China, Xi Jinping Diam-Diam Lakukan Ini

    (fab/fab)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.