Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik Baru Google Blokir Penipu dan Spam dari Gmail
    Insight News

    Taktik Baru Google Blokir Penipu dan Spam dari Gmail

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2023Updated:5 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google berencana memberantas pesan spam dari layanan Gmail. Hal tersebut disampaikan pada awal pekan ini melalui pengumuman resmi.

    Google mengatakan pengirim email yang menyebarkan lebih dari 5.000 pesan setiap harinya ke harus menyertakan tombol ‘unsubscribe’. Hal ini untuk memudahkan pengguna Gmail menolak pesan tersebut di masa depan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, Google juga mewajibkan pengirim email dalam jumlah banyak untuk melakukan otentikasi alamat email. Hal ini untuk mengonfirmasi bahwa domain yang mereka miliki bukan akun spam.

    Google mengatakan akan berhenti mengirim pesan dari pengguna Gmail yang sering ditandai sebagai ‘spam’ oleh penerima pesan. Jika 0,3% dari pesan yang mereka kirim ditandai sebagai ‘spam’, maka akan sulit untuk mereka mengirim email.

    Dikutip dari CNBC International, Rabu (4/10/2023), Gmail telah meminta Yahoo untuk menerapkan kebijakan serupa. Menurut raksasa mesin pencari itu, Yahoo juga sepakat menerapkannya mulai Februari 2024.

    “Perubahan ini untuk memperbaiki pengalaman pengguna dalam mengakses email. Kami harap interaksi dengan email bisa berjalan mulus,” kata Product Manager Google, Neil Kumaran, dalam unggahan blog.

    “Namun, kebijakan ini saja tak cukup. Membangun interaksi email yang aman dan bebas spam perlu kolaborasi yang konstan,” ia menambahkan.

    Kebijakan baru Google ini menyasar ke para marketer yang kerap membanjiri email pelanggan dengan beragam promosi tanpa henti. Hal ini bisa membuat pengguna kesal.

    Selain itu, spam email juga kerap dimanfaatkan para penipu online untuk mengelabui pengguna. Diharapkan dengan ketatnya kebijakan spam ini bisa membuat Gmail menjadi platform yang aman dan nyaman.

    Menurut firma anti-virus Kaspersky, setengah dari total email yang beredar sepanjang 2022 merupakan spam.



    Artikel Selanjutnya


    Google Mau Hapus Gmail, Lakukan Ini Agar Email Tak Hilang

    (fab/fab)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.