Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tak Cuma Varian Baru, Ini ‘Biang Kerok’ Kasus Covid Naik Lagi
    Insight News

    Tak Cuma Varian Baru, Ini ‘Biang Kerok’ Kasus Covid Naik Lagi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2022Updated:16 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Rupanya tidak hanya disebabkan varian baru, tapi juga karena faktor lain.

    Dokter spesialis dalam dari RSPI Sulianti Saroso, Muhamad Fauzan, mengungkapkan bahwa biang kerok di balik lonjakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh kendornya protokol kesehatan di kalangan masyarakat.

    “Dari prokes sendiri memang sudah 2,5 tahun ya menghadapi Covid-19 ini, mungkin masyarakat juga sudah mulai lengah untuk menghadapi COVID ini. Jadi, mulai ada terjadi penurunan kedisiplinan dalam menjaga protokol kesehatan,” tuturnya dalam agenda Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dikutip dari Detikcom, Kamis (14/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menemukan bahwa varian virus Covid-19 baru, yakni subvarian BA.4 dan BA.5, menjadi salah satu biang kerok yang membuat kasus infeksi di Indonesia kembali naik.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyebab kenaikan kasus Covid-19 baru ini bukan karena Lebaran. Melainkan, setiap kenaikan kasus terjadi karena adanya varian Covid-19 baru tersebut.

    Hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia yang negaranya sedang mengalami lonjakan kasus.

    “Kita liat setiap kali terjadi lonjakan besar tiap negara, itu bukan karena hari raya keagamaan besar, tapi karena ada varian baru,” ujarnya saat konferensi pers PPKM.

    Ia juga menyebut penyebab kenaikan kasus juga akibat masyarakat yang mulai melonggarkan protokol kesehatan masing-masing dan rendahnya persentase masyarakat yang mendapatkan vaksin booster.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    MotoGP Mandalika Nggak Perlu, Kok Booster Jadi Syarat Mudik?

    (dem)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.