Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tahu dari Email, Tak Bisa Pamit ke Rekan
    Insight News

    Tahu dari Email, Tak Bisa Pamit ke Rekan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:14 Desember 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selalu ada cerita di balik pemutusan hubungan kerja (PHK) sebuah perusahaan. Cerita kali ini datang dari mantan karyawan salah satu perusahaan e-commerce besar.

    Meski rumor PHK sudah beredar dari beberapa bulan sebelumnya, karyawan yang terimbas tetap kaget. Ogy, salah korban PHK startup, mengatakan bahwa proses PHK yang dia alami cukup cepat.

    “Emang cukup brutal sih … cuma sehari,” kata Ogy kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/12/2022)


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dimulai pada Senin (19/9/2022) pagi sekitar jam 08.00, Ogy menerima sebuah surat elektronik di email-nya. Dalam surat elektronik tersebut, ada undangan untuk menghadiri rapat besar atau townhall pukul 10.00 secara daring.

    Setelah rapat, setiap pegawai, baik yang lanjut atau kena PHK akan mendapatkan email dengan isi yang berbeda-beda.

    Ogy baru menerima email hari berikutnya, Selasa (20/9) sore. Email tersebut hanya berisi arahan untuk datang ke kantor pusat, pada Rabu (21/9), dengan membawa perangkat laptop dan charger

    Tidak ada keterangan apa pun di dalam email yang mereka terima soal pembahasan dalam pertemuan yang dijadwalkan.

    “Bunyi kata layoff itu ga ada, sama sekali ga ada tertulis di email. Cuma tertulis saudara [nama] diharap hadir di gedung ini jam sekian lantai sekian, silahkan tunjukan bukti invitation ini kepada petugas yang ada di sana, pastikan Anda membawa laptop dan charger besok. Ga ada tuh kata layoff,” ujarnya.

    Hari yang ditunggu tiba, Ogy datang ke kantor, menukar kartu akses dan naik ke ruangan yang tertulis. Saat sampai, ia menyebut pengaturan di lantai itu layaknya serial Squid Game. Sudah dirancang alur dan ruangannya untuk setiap orang yang datang.

    “Sdah ada ruangan-ruangannya, kosong ga ada karyawan cuma petugas panitia sama sekuriti. Panitianya ya dari karyawan, HRD kali ya,” ujar Ogy menceritakan suasana saat itu.

    Setelah itu ia mengisi data pribadi, lalu diarahkan ke ruang pertemuan kecil yang hanya berisi dua orang. Tanpa basa-basi ia disodorkan dokumen dan meninjau bersama soal perhitungan pesangon dan sebagainya. Ia menyebut tidak ada ruang diskusi di situ karena sudah ada tanda tangan basah dari direktur terkait.

    Saat itu, bahkan manajer Ogy belum tau tentang status dia yang terkena PHK. Menurutnya PHK kali ini tidak memandang level dan berapa lama karyawan itu bekerja. Keputusan PHK pun tidak dijelaskan secara transparan.

    “PHK ini nggak memandang level atau apanya. Pasti ada kalkulasi sendiri, tapi ga transparan, ya itu di belakang layar ya kita ga tau,” ujarnya.

    Ia juga tidak diberi kesempatan untuk sekadar meneruskan pekerjaan ke teman satu tim yang lain. Semua data di laptop Ogy langsung reset saat itu juga.

    Ogy sendiri baru bekerja selama 10 bulan. Menyoal pesangon, Ogy mengaku nominal yang diberikan sesuai dengan yang ada di aturan.

    “Karena aku kurang dari setahun, berarti kan satu kali gaji. Terus dari perusahaan ngasih satu kali gaji lagi, dua kali gaji dong akhirnya. Sisa cuti juga diduitin, gaji bulan September juga masih full,” ungkapnya.

    “Dan aku sebenernya masih terdaftar karyawan per 11 Oktober. Jadi bulan Oktober itu masih dapat prorate. Tapi udah enggak kerja sejak hari Rabu itu. Rabu siang abis itu udah, Aku ga sempet pamitan dan lain-lain,” imbunya.

    Mereka yang terkena PHK kini mulai mencari pekerjaan yang baru. Untuk Ogy, ia mengaku belum kembali bekerja sebagai karyawan tetap. Saat ini ia hanya mengambil proyek pekerjaan paruh waktu untuk mengisi waktu luang.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

    (dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.