Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»SVB Bangkrut, Investor Startup RI Bingung Cari Bank Baru
    Insight News

    SVB Bangkrut, Investor Startup RI Bingung Cari Bank Baru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2023Updated:17 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dibandingkan startup, investor seperti venture capital (VC) di Asia Tenggara, kena dampak lebih besar atas kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB). Pasalnya, sulit bagi investor untuk menemukan bank pengganti yang berbasis di AS.

    “Saya pikir dari sudut pandang perusahaan VC, dampaknya akan lebih besar,” kata David Gowdey, mitra pengelola di Jungle Ventures, dikutip dari CNBC Internasional, Jumat (17/3/2023).

    “Bank lokal di AS tidak menyediakan produk dan layanan yang sama dengan SVB,” imbuhnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    SVB memang melayani startup teknologi dan VC yang sebagian besar berlokasi di AS. Namun, beberapa VC yang berbasis di Asia Tenggara, seperti Jungle Ventures dan Golden Gate Ventures, juga merupakan klien SVB.

    SVB memberikan akses bagi perusahaan VC dan startup dari luar ke pasar modal serta peluang jaringan di AS.

    “SVB melayani dan membangun penawaran produk yang sangat kuat untuk perusahaan VC,” kata Gowdey.

    Ia menambahkan, Jungle Ventures sekarang harus mencari pemain ‘Top 4’ di AS untuk menjadi mitra mereka.

    Namun, untuk mendapatkan layanan seperti yang disediakan SVB di AS, dapat dipastikan akan sulit terjadi.

    “Kami adalah klien SVB, sehingga kami memahami nilai tambah bank itu dengan sangat baik,” kata Vinnie Lauria, mitra pengelola di Golden Gate Ventures.

    Lauria mengatakan bahwa tak kurang dari 1% dari seluruh portofolio Golden Gate Ventures telah bekerja sama dengan SVB. Untuk perusahaan-perusahaan yang didukung Golden Gate yang menggunakan SVB, mereka tidak menggunakan layanan perbankan penuh dengan bank AS lainnya.

    Sementara itu, hanya dua perusahaan dalam portofolio Jungle Ventures yang terdiri dari lebih dari 70 startup yang memiliki eksposur ke SVB.

    “Itu benar-benar karena [dua perusahaan ini] beroperasi di AS,” tambahnya.

    Adapun bagi startup di Asia Tenggara, perusahaan VC mengatakan mereka tidak akan terkena dampak dari keruntuhan SVB.

    “Kenyataannya, di Asia Tenggara, banyak startup yang benar-benar di-buffer. Sebagian besar tidak meletakkan dana di SVB,” kata Lauria dari Golden Gate Ventures.

    “Jadi realitanya, Asia Tenggara jauh dari dampak apa yang terjadi di Silicon Valley.” ujar dia.

    Jungle Ventures juga berinvestasi di startup Indonesia seperti Kredivo, Sociolla, dan Waresix. Sementara itu, investasi Golden Gate Ventures di RI termasuk Alami, Modalku (Funding Societies), dan TaniHub.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.