Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Susul Jepang & Korea, Rusia Mulai Dibayangi Krisis Generasi Muda
    Inspiring You

    Susul Jepang & Korea, Rusia Mulai Dibayangi Krisis Generasi Muda

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 September 2024Updated:11 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    JakartaDexpert.co.id – Angka kelahiran Rusia menyentuh titik terendah dalam 25 tahun terakhir. Jumlah kelahiran turun di bawah 100.000 pada Juni 2024. Hal ini menyebabkan kekhawatiran akan penurunan populasi yang parah.

    Rusia bukan satu-satunya negara yang dibayangi masalah penurunan populasi. Jepang dan Korea Selatan sudah lebih dulu mengalami depopulasi, di mana angka kelahiran lebih rendah dibanding angka kematian.

    Dari Januari hingga Juni 2024, ada 599.600 anak lahir di Rusia. Jumlah tersebut 16.000 lebih sedikit dari periode yang sama pada tahun 2023, menurut data yang diterbitkan oleh badan statistik pemerintah Rusia, Rosstat, seperti dilaporkan Euronews, Rabu (11/9).

    Selama periode yang sama, penurunan populasi Rusia meningkat hingga 18%. Ada 49.000 lebih banyak kematian tercatat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, kemungkinan karena korban di garis depan yang disebabkan oleh serangan Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina.

    Kepala Komite Duma Negara untuk Perlindungan Keluarga, Nina Ostanina, mengatakan kepada kantor berita negara RIA bahwa “operasi demografi khusus” diperlukan di Rusia untuk merangsang angka kelahiran – merujuk pada perang Moskow di negara tetangga.

    Pada Juli lalu, juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, menyebut angka kelahiran yang rendah sebagai “bencana besar.” Dia menambahkan bahwa mendorong kembali angka kelahiran merupakan salah satu “prioritas utama” Rusia.
    Populasi Rusia telah menurun sejak tahun 1990-an. Pada 1999, angka kelahiran berada pada angka 1,6 – lebih rendah daripada selama Perang Dunia II.

    Sejak menjabat, Putin sering membahas peningkatan angka kelahiran sebagai salah satu prioritasnya. Kremlin sebagian besar mengidealkan peran ibu muda, yang oleh Putin disebut sebagai bagian dari “tugas bersejarah” Rusia.

    Pada saat itu, Moskow memperkenalkan serangkaian kebijakan, termasuk memperluas pengasuhan anak berbayar untuk keluarga berpenghasilan rendah, memperkenalkan keringanan pajak untuk keluarga besar, dan berjanji untuk menciptakan lebih banyak tempat penitipan anak.

    Sejak saat itu, Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina. Perang memperburuk masalah populasi di Rusia karena memaksa eksodus penduduk.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Roberto Fiorini, Chef Pribadi Paus Fransiskus Saat di Indonesia


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.