Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sumber Air Terbesar Ditemukan di Antariksa, Ini Lokasinya
    Insight News

    Sumber Air Terbesar Ditemukan di Antariksa, Ini Lokasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Oktober 2024Updated:7 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua kelompok ahli astromoni menemukan sumber air terbesar dan terjauh di semesta. Disebutkan, sumber air itu volumenya sampai 140 triliun kali gabungan semua air di Bumi.

    Lokasi temuan ini ada di sekitar lubang hitam kolosal yang dikenal sebagai quasar. Lokasinya berjarak lebih dari 12 miliar tahun cahaya, sehingga memberikan wawasan unik tentang tahap awal alam semesta ketika baru berusia 1,6 miliar tahun.

    Kuasar di pusat penemuan ini, diberi nama APM 08279+5255, menyimpan lubang hitam supermasif yang massanya 20 miliar kali lebih besar dari matahari. Yang memancarkan energi yang setara dengan 1.000 triliun matahari.

    “Lingkungan di sekitar quasar ini sangat unik karena menghasilkan air dalam jumlah besar, kata Ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA Matt Bradford, dikutip dari laman resmi JPL NASA, Senin (7/10/2024).

    “Ini merupakan bukti lain bahwa air tersebar di seluruh alam semesta, bahkan pada masa-masa paling awal,” ia menambahkan.

    Menurutnya, pengungkapan temuan lokasi sumber air sangat penting, menekankan implikasinya untuk memahami prevalensi air di kosmos. Tim astronom, termasuk tim Bradford, mempelajari dan mendeteksi beberapa tanda spektral dari massa air yang sangat besar.

    Demi mengungkap misteri alam semesta yang jauh, para astronom mengusulkan pembangunan teleskop 25 meter di Gurun Atacama di Chili , yang awalnya bernama Teleskop Cerro Chajnantor Atacama (CCAT).

    Namun kemudian proyek ini berganti nama menjadi Teleskop Submilimeter Fred Young (FYST) pada tahun 2020. Disebutkan, pembangunan FYST hampir selesai, dan ‘cahaya pertama’ diharapkan bisa dideteksi pada tahun 2025.

    Penemuan sumber uap air dan molekul lain seperti karbon monoksida menunjukkan bahwa ada jumlah gas yang cukup untuk memberi makan lubang hitam hingga ukurannya lebih besar 6 kali lipat.

    Penemuan uap air di alam semesta awal belum pernah ada. Sehingga, temuan ini menjadi tonggak penting dalam pemahaman astronomi. Sebagai catatan, sumber air yang ditemukan di tempat lain di galaksi Bima Sakti, sebagian besar membeku dalam wujud es.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Inovasi AI Bantu Bank Perluas Penyaluran Kredit, Dijamin Aman?




    Next Article



    Ancaman ‘Kiamat’ Paling Dekat Muncul pada 2029



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.