Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sulawesi Pusat Soceng! OJK Beberkan Markas Penipu Digital RI
    Insight News

    Sulawesi Pusat Soceng! OJK Beberkan Markas Penipu Digital RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2022Updated:27 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan sejumlah daerah yang menjadi pusat penipuan digital. Termasuk Sulawesi yang disebut menjadi pusat pelaksanaan social engineering atau soceng.

    Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Agus Fajri Zam menjelaskan Sulawesi menjadi sentral pelaksanaan kegiatan phising. Selain soceng, juga diketahui banyak upaya modus skimming berasal di sana.

    Meski begitu, Agus Fajri tak membeberkan daerah mana yang dimaksud di pulau Sulawesi itu. Selain itu, Yogyakarta juga disebut menjadi pusat sejumlah kejahatan keuangan digital.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekarang juga berkembang daerah baru ada Yogyakarta pusat hacker,” kata Agus Fajri, dalam media briefing, Senin (26/12/2022).

    Untuk itu, dia menekankan masyarakat tidak terjerat dalam modus tersebut. Yakni dengan tidak sembarangan menerima WhatsApp hingga telepon yang masuk ke nomornya.

    “Oleh karena itu perlu diberikan penekanan ke konsumen untuk tidak gegabah menerima WA, telepon ataupun email yang masuk,” kata Agus.

    OJK juga menerima layanan konsumen. Hingga 16 Desember 2022, dia menjelaskan terdapat 304.890 layanan yang masuk.

    Dari jumlah itu 4,26% atau 14.088 merupakan pengaduan. Mayoritas layanan atau sejumlah 88,4% (265.509) adalah pertanyaan dan sekitar 6,98% (21.293) merupakan informasi.

    Sementara itu, pengaduan yang merupakan sengketa dalam upaya penyelesaian lewat proses IDR oleh PUHK berjumlah 13.998 pengaduan. Dari sejumlah pengaduan, 90,58% atau 12.680 dinyatakan selesai, sedangkan sisanya 9,42% atau 1.318 kasus masih dalam proses.

    Berikut sejumlah topik yang diterima OJK sepanjang 2022:

    Perbankan

    -Restrukturisasi kredit
    -Sistem layanan informasi keyangan (SLIK)
    -Penipuan (pembobolan rekening, skimming, phising, social engineering)
    -Perilaku petugas penagihan

    Pasar Modal

    -Permasalah imbal hasil investasi
    -Kesulitan pencairan dana investasti
    -Kegagalan atau keterlambatan transaksi
    -Pembukaan rekening tanpa persetujuan nasabah
    -Transaksi tanpa persetujuan nasabah

    IKNB Asuransi

    -Kesulitan klaim asuransi
    -Produk tidak sesuai saat penawaran
    -Permasalahan pembayaran premi
    -Persoalan isi polis yang tidak diketahui dan dipahami konsumen
    -Pembatan atau penutupan polis

    IKNB Pembiayaan

    -Restrukturisasi pembiayaan
    -Sistem layanan informasi keyangan (SLIK)
    -Perilaku petugas penagihan
    -Sanggahan transaksi
    -Permasalah jaminan

    IKNB Fintech

    -Perilaku petugas penagihan
    -Restrukturisasi pinjaman
    -Penipuan
    -Kegagalan atau keterlambatan transaksi
    -Permasalah denda/pinalti

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bahaya Soceng! OJK Warning Jangan Balas Whatsapp dan SMS Ini

    (npb)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.