Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sudah Vaksin Beberapa Kali Masih Kena Covid? Ini Penyebabnya
    Insight News

    Sudah Vaksin Beberapa Kali Masih Kena Covid? Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Agustus 2022Updated:16 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak kasus saat seseorang yang telah divaksin, bahkan setelah mendapatkan dosis booster ternyata tetap terinfeksi Covid-19. Salah satunya karena vaksin yang ada saat ini belum memiliki efektivitas 100% untuk cegah infeksi virus.

    Selain itu, para ahli mengungkapkan penyebabnya adalah virus Covid-19 yang terus bermutasi. Salah satunya adalah varian Delta yang membuat kemanjuran vaksin menjadi menurun.

    Profesor Lawrence Young, ahli Virologi Fakultas Kedokteran Universitas Warwick mengatakan tidak ada vaksin yang 100% efektif. Menurutnya akan ada kerentanan infeksi dan penyakit pada tiap individu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada dua faktor lain yang memengaruhi efektivitas vaksin: yaitu menurunnya kekebalan, kita masih belum tahu berapa lama kekebalan protektif yang diinduksi oleh vaksin bertahan. Ini mungkin jadi faktor orang tua dan lebih rentan yang divaksinasi pada awal program,” kata dia.

    Melansir CNBC Internasional, para ahli juga menambahkan masih ada informasi tidak lengkap soal berapa lama kekebalan yang dibuat vaksin Covid-19.

    Sementara itu, sejumlah penelitian mencatat efektivitas rendah vaksin untuk mencegah penyakit. Misalnya data awal di Israel pada Juli tahun lalu, menemukan vaksin Pfizer hanya memiliki keefektifan 40,5% untuk mencegah penyakit simtomatik.




    Foto: Tenaga kesehatan mengikuti Vaksinasi COVID-19 booster kedua di Rumah Sehat Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Selasa (9/8/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

    Meski masih terkena Covid-19, dua dosis vaksin dinilai masih efektif melindungi penerimanya dari penyakit parah dan rawat inap.

    “Vaksin Covid-19 efektif mencegah infeksi, penyakit serius dan kematian. Kebanyakan orang terkena Covid-19 tidak divaksi. Namun karena vaksin tidak 100% efektif mencegah infeksi, beberapa orang yang telah divaksinasi lengkap tetap akan terkena Covid-19,” tulis CDC dalam situs resminya.

    Pemerintah Indonesia juga terus mendorong masyarakat mendapatkan vaksinasi booster. Sebab dapat mencegah terkena gejala berat Covid-19 dan risiko kematian.

    “Kami berharap agar vaksinasi bisa berkontribusi besar untuk mencegah pasien bergejala berat hingga berisiko kematian akibat infeksi Covid-19,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu, dikutip dari laman Sehat Negeriku.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Menuju Fase 3, Izin Vaksin Merah Putih Bakal Lebih Cepat


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.