Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Studi Ungkap Pemanis Buatan Picu Sakit Jantung & Stroke
    Inspiring You

    Studi Ungkap Pemanis Buatan Picu Sakit Jantung & Stroke

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman12 Agustus 2024Updated:12 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Mengonsumsi minuman dengan erythritol atau pemanis buatan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang berujung serangan jantung dan stroke, menurut studi percontohan baru.

    Erythritol biasanya digunakan untuk menambah volume pada stevia untuk memaniskan produk keto rendah karbohidrat.

    Ketika terjadi pembekuan darah, gumpalan darah dapat pecah dari pembuluh dan mengalir ke jantung. Kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung, atau jika mengalir ke otak, memicu stroke. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa erythritol berpotensi menyebabkan risiko stroke, serangan jantung, dan kematian yang lebih tinggi.

    “Yang luar biasa adalah bahwa pada setiap subjek, setiap ukuran respons trombosit (pembekuan) meningkat setelah mengonsumsi erythritol,” kata penulis utama studi Dr. Stanley Hazen, direktur Pusat Diagnostik dan Pencegahan Kardiovaskular di Cleveland Clinic Lerner Research Institute, seperti dikutip dari CNN International.

    Jumlah erythritol yang digunakan dalam setiap minuman dalam penelitian tersebut adalah 30 gram atau setara dengan soda, es krim, atau muffin, yang sering kali dimakan lebih dari satu, Hazen menambahkan.

    Sementara, mengonsumsi minuman dengan jumlah glukosa atau gula yang sama tidak memengaruhi aktivitas trombosit darah pada kelompok lain yang terdiri dari 10 orang, kata Hazen.

    “Glukosa tidak memengaruhi pembekuan darah, tetapi erythritol memengaruhinya. Meskipun kecil, penelitian ini sangat menarik dan menggelitik,” kata Dr. Andrew Freeman, direktur pencegahan dan kesehatan kardiovaskular di National Jewish Health di Denver.

    Menanggapi penelitian tersebut, Calorie Control Council, sebuah asosiasi industri, mengatakan kepada CNN bahwa selama 30 tahun para ahli menyatakan bahwa erythritol adalah pilihan yang terbukti aman dan efektif untuk pengurangan gula dan kalori.

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kekuatan Teknologi Dukung RI Wujudkan Wisata Medis Anti-Aging





    Next Article



    Jangan Lengah, 5 Kebiasaan ini Bisa Bikin Jantung Rusak



    Innovation True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.