Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Studi Ungkap Ancaman Nyata yang Mengintai Tahun 2024
    Insight News

    Studi Ungkap Ancaman Nyata yang Mengintai Tahun 2024

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Januari 2024Updated:15 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keberadaan deepfake dianggap bakal jadi ancaman nyata tahun ini. Hal tersebut terlihat dalam survei terbaru McAfee.

    Deepfake merupakan konten foto atau video yang dibuat persis seperti aslinya. Biasanya akan mengganti wajah seseorang dengan tokoh-tokoh terkenal.

    Misalnya miliarder Bill Gates dan Donald Trump yang ditempatkan dalam latar kumuh. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah jadi korban deepfake dengan video yang dibuat seakan sedang berbicara dalam Bahasa Mandarin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara itu, McAfee melaporkan sebanyak 84% masyarakat Amerika Serikat (AS) khawatir adanya petaka deepfake yang menyesatkan tahun ini. Kekhawatiran ini juga mengingat 2024 merupakan tahun politik, sebanyak 52% dari mereka takut akan mempengaruhi prosesnya.

    Sejumlah negara akan menghadapi pemilu tahun ini. Termasuk untuk AS dan juga Indonesia.




    Kolase (Tangkapan layar Instagram @withgokul)

    Selain pemilu, mereka juga khawatir deepfake akan menurunkan tingkat kepercayaan publik ke media (48%). Ketakutan lainnya adalah soal peniruan figur publik yang bisa menyesatkan sebanyak 49%.

    Ketakutan ini juga bertambah banyak dari tahun sebelumnya. Yakni jumlahnya mencapai 68% warga AS, dikutip dari Business Wire, Senin (15/1/2024).

    Penipuan berbasis deepfake juga kian merajalela. Dalam laporan tersebut, tak sedikit dari mereka yang melakukan survei telah mengalaminya sendiri.

    Dilaporkan ada 33% yang mengatakan baik sendiri (16%) atau orang yang dikenal (16%) melihat atau mengalami penipuan deepfake tersebut.

    Rata-rata penipuan menyasar mereka yang berusia 18 hingga 34 tahun. Jumlahnya juga cukup banyak mencapai 40%.

    [Gambas:Instagram]

    Deepfake Soeharto

    Erwin Aksa, pengusaha dan politisi Partai Golkar, mengunggah video rekayasa berisi sosok berwajah Presiden kedua RI, Soeharto, di akun Instagramnya. Dalam video tersebut, sosok yang mirip dengan Soeharto mengajak warga RI untuk memilih wakil dari Golkar Pemilu 2024.
    Sosok Soeharto yang mengenakan batik berwarna kuning khas Golkar dan peci duduk di belakang meja dengan bendera Merah Putih dan bendera Golkar.

    “Kita akan memilih waktu rakyat yang memiliki kemampuan untuk mendengar dan menyalurkan aspirasi rakyat,” kata sosok Soeharto yang diunggah di akun Instagram @erwinaksa.id.

    Erwin Aksa adalah Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

    Dalam caption unggahan Instagramnya, Erwin Aksa menjelaskan bahwa video tersebut adalah hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

    “Video ini dibuat menggunakan teknologi AI untuk mengingatkan kita betapa pentingnya suara kita dalam pemilihan umum yang akan menentukan masa depan agar harapan rakyat Indonesia terwujud dan sejahtera.”



    Artikel Selanjutnya


    Jokowi Jadi Korban AI, Kominfo Ungkap Fakta Mengejutkan


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.