Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Studi Sebut Vaksin Plus Infeksi Covid Bikin Kebal 8 Bulan
    Insight News

    Studi Sebut Vaksin Plus Infeksi Covid Bikin Kebal 8 Bulan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 April 2022Updated:10 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Terinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi atau sebaliknya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang lebih mampu melawan varian baru. Hal ini terungkap setelah adanya temuan terbaru dari para peneliti di Brazil, Swedia, dan Inggris.

    Tiga studi tersebut juga menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 membuat seseorang lebih banyak mendapatkan manfaat jangka panjang dari vaksinasi, karena kekebalan ‘hibrida’ yang disebabkan oleh vaksinasi dan infeksi virus akan memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap penyakit simtomatik selama 6 hingga 8 bulan setelah vaksinasi.

    Selain itu, orang yang sebelumnya telah terinfeksi SARS-CoV-2 dan kemudian menerima satu dosis vaksin akan cenderung memiliki 45% kemungkinan terinfeksi Covid kembali. Sedangkan vaksin dua dosis mencegah sebanyak 65% dari infeksi

    Setelah temuan ini, para peneliti Epidemiolog Victoria Hall di UK Health Security Agency di London melakukan penelitian lanjutan. Hasilnya, mereka menemukan bahwa infeksi yang sebelumnya dapat mencegah lebih dari 80% virus Corona akan berkurang menjadi sekitar 70% setelah satu tahun semenjak terpapar virus.

    Ahli virus di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Dan Barouch mengatakan bahwa ketiga penelitian tersebut menggunakan data yang dikumpulkan sebelum varian Omicron muncul. Dia pun mengimbau bahwa infeksi masa lalu akan memberikan perlindungan yang tidak sempurna terhadap strain baru yang muncul.

    Hal ini didukung oleh Dan Kelly, ahli epidemiologi penyakit menular di University of California, yang mengatakan bahwa omicron sangat berbeda dari strain yang dianalisis dalam penelitian, sehingga temuannya mungkin tidak berlaku untuk orang yang terinfeksi omicron setelah divaksinasi.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.