Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Strategi Bakar Uang Masih Digunakan Startup, Masih Efektif?
    Insight News

    Strategi Bakar Uang Masih Digunakan Startup, Masih Efektif?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2022Updated:27 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Strategi ‘bakar uang’ yang dilakukan oleh para perusahaan rintisan atau startup disebut menjadi salah satu strategi yang umum. Strategi ini digunakan sebagai kebutuhan promosi untuk dapat menggaet pasar dengan jumlah yang signifikan dan waktu cepat.

    Strategi ini membutuhkan modal yang cukup banyak sehingga perusahaan harus melakukan budgeting yang mumpuni. Meski begitu, sayangnya masih banyak startup yang terpaksa harus gulung tikar karena menerapkan strategi ini secara jor-joran.

    Executive VP Kejora, Richie Wirjan mengatakan bahwa sebenarnya sebuah hal yang wajar bagi startup mengaplikasikan strategi bakar uang. Hal itu karena startup membutuhkan percepatan pertumbuhan bisnis yang harus dilakukan lewat promosi dengan bakar uang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun perlu dicatat dari strategi bakar uang menurut Richie adalah harus dikelola dengan baik. Artinya, dana untuk bakar uang dapat digunakan, namun jangan berlebihan. Karena promosi hanya merupakan pintu awal membuka pasar ke bisnis.

    “Menjawab solusi itu bukan untuk adu harga, kalau memang produk kita bagus yang kita bangun itu promosi sebagai pintu, awal untuk pancingan saja. Tapi bukan selamanya kita mau mengelola konsumen kita dengan promosi. Kita memastikan produk kita sesuai kebutuhan sehingga itu bisa dikonsumsi dengan baik,” ujarnya dalam Tech Conference CNBC Indonesia, Selasa (27/9/2022).

    Menurutnya, startup masih ideal melakukan bakar uang dalam jangka waktu 3 hingga 8 bulan sejak mereka meluncurkan produk atau menerima pendanaan. Namun, hal yang harus digarisbawahi adalah ketika sudah berhasil memancing customer, maka strategi selanjutnya adalah retain customer, bukan terus-terusan bakar uang.

    “Bagaimana caranya kita bisa ketika mereka sudah masuk ke platform kita baik sebagai user maupun supplier cara kita maintain seperti apa, sehingga kita tidak perlu bakar bakar lagi, itu yang harus dipertimbangkan,” jelasnya.

    Sementara itu, Co-founder Pitik, Arief Witjaksono mengatakan bahwa bakar uang saat ini bukan lagi menjadi satu strategi yang harus diutamakan dilakukan. Apalagi di sektor agritech seperti startup Pitik miliknya yang memiliki pendapatan yang nyata.

    “Buat kami agritech never really money burning, kami punya actual revenue. Untuk itu kita secara kebijakan tidak mau bakar uang, kita mau menbangun bisnis sustainable untuk jangka panjang,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Terungkap! Alasan yang Bikin Bisnis Startup Gagal di RI

    (rah/rah)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.