Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Stephen Hawking Tiba-tiba Perbarui Teori Kiamat, Berani Baca?
    Insight News

    Stephen Hawking Tiba-tiba Perbarui Teori Kiamat, Berani Baca?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juni 2023Updated:10 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Stephen Hawking yang terkenal dengan teori lubang hitam (black hole) baru saja mendapat update yang mengerikan. Pada tahun 1974, Hawking mengatakan bahwa black hole lama-kelamaan akan menguap karena kehilangan radiasi. Radiasi ini kemudian dinamai ‘Hawking Radiation’.

    Secara teknis, Hawking Radiation menguras energi black hole secara bertahap dalam bentuk partikel cahaya yang muncul di sekitar medan gravitasi lubang tersebut.

    Kini, update teori itu menunjukkan bahwa Hawking Radiation tidak hanya tercipta dari penyedotan energi di black hole. Radiasi itu bisa pula terbentuk dari semua objek yang memiliki cukup massa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Jika teori ini benar, berarti segala sesuatu di alam semesta pada akhirnya akan lenyap karena energinya perlahan-lahan tersedot.

    “Itu berarti bahwa benda-benda tanpa peristiwa horizon, seperti sisa-sisa bintang mati dan benda besar lainnya di alam semesta, juga memiliki jenis radiasi yang serupa black hole,” kata penulis utama Heino Falcke, seorang profesor astrofisika di Universitas Radboud di Belanda, dikutip dari Live Science, dikutip Sabtu (10/6/2023).

    “Setelah periode yang sangat lama, radiasi itu akan menyebabkan segala sesuatu di alam semesta akhirnya menguap, seperti black hole. Ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang Hawking Radiation, tetapi juga pandangan kita tentang alam semesta dan masa depannya.” imbuhnya.

    Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada 2 Juni lalu di jurnal Physical Review Letters.

    (pgr/pgr)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.