Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Stasiun Luar Angkasa ISS Pensiun, Jatuh di Samudera Pasifik
    Insight News

    Stasiun Luar Angkasa ISS Pensiun, Jatuh di Samudera Pasifik

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Februari 2022Updated:4 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berniat untuk mengoperasikan stasiun luar angkasa International Space Station (ISS) hingga akhir 2030 kemudian dipensiunkan dengan menjatuhkan ISS ke Pint Nemo, bagian terpencil Samudra Pasifik.

    Hal ini terungkap dalam rencana terbaru untuk pensiunkan ISS yang diterbitkan NASA. ISS diluncurkan pada 2000 dan telah mengobit 227 mil laut di atas Bumi. Lebih dari 200 astronot dari 19 negara telah bertugas di stasiun luar angkasa ini.

    NASA mengatakan ISS akan digantikan oleh stasiun luar angkasa yang dioperasikan secara komersial sebagai tempat untuk kolaborasi dan penelitian ilmiah.

    “Sektor swasta secara teknis dan finansial mampu mengembangkan dan mengoperasikannya dengan tujuan komersial di orbit rendah Bumi, dengan bantuan NASA. Kami berharap dapat berbagi pelajaran dan pengalaman operasi kami dengan sektor swasta untuk membantu mereka mengembangkan secara aman, andal, dan hemat biaya,” kata Phil McAlister, direktur ruang komersial NASA, seperti dikutip dari CNN International, Jumat (4/2/2022).

    “Laporan yang telah kami sampaikan ke Kongres menjelaskan, secara rinci, rencana komprehensif kami untuk memastikan transisi yang mulus ke tujuan komersial setelah pensiunnya International Space Station pada tahun 2030.”

    Dalam Laporan Transisi Stasiun Luar Angkasa Internasional, NASA mengatakan ISS akan jatuh ke Bumi di daerah yang dikenal sebagai Area Tak Berpenghuni di Samudra Pasifik Selatan – juga dikenal sebagai Point Nemo. Laporan itu mengatakan kejadian tersebut akan terjadi pada Januari 2031. Point Nemo adalah titik di lautan yang terjauh dari daratan dan telah menjadi “kuburan” bagi banyak pesawat ruang angkasa lainnya.

    Daerah ini berjarak sekitar 3.000 mil dari pantai timur Selandia Baru dan 2.000 mil di utara Antartika dan diperkirakan negara-negara penjelajah luar angkasa seperti AS, Rusia, Jepang, dan negara-negara Eropa telah menenggelamkan lebih dari 263 keping puing luar angkasa di sana sejak 1971.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.