Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Singapura Utang Rp 776 Miliar Buat Kasih Pinjaman ke UMKM RI
    Insight News

    Startup Singapura Utang Rp 776 Miliar Buat Kasih Pinjaman ke UMKM RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 September 2024Updated:2 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan rintisan di bidang fintech yang berbasis di Singapura, Validus, meraih pinjaman senilai US$ 50 juta (Rp 776 miliar) dari HSBC. Dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk pinjaman ke UMKM di Indonesia.

    HSBC memberikan pinjaman ke Validus lewat kendaraan pendanaan khusus yang diberi nama Asean Growth Fund. Selain HSBC, Validus juga menerima pendanaan dalam bentuk kredit dari Citi, Credit Saison, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri.

    Di Indonesia, Validus menyalurkan pinjaman lewat entitas lokal yang bernama Batumbu. Triputra Group, perusahaan milik TP Rachmat, sebelumnya diberitakan sebagai salah satu pemegang saham di Batumbu.

    Mayoritas entitas penerima pinjaman dari Validus adalah UMKM yang membutuhkan modal kerja jangka pendek. 

    Model bisnis perusahaan adalah penyaluran pendanaan yang berfokus kepada pinjaman rantai pasok memanfaatkan data non-tradisional lewat kerja sama dengan bank dan institusi internasional.

    “Saat ini kami menyalurkan rata-rata US$ 150 juta (Rp 2,33 triliun) pinjaman baru setiap bulan,” kata CEO Validus Nihkilesh Goel kepada TechCrunch.

    Selain Indonesia, Validus juga beroperasi di dua negara lain yaitu Thailand lewat Siam Validus dan Vietnam lewat Validus Vietnam.

    Validus telah berdiri sejak 2015 dan telah menerima total pendanaan ekuitas senilai US$ 75 juta (Rp 1,16 triliun). Investor pemegang saham Validus antara laina dalah Vertex Ventures, Norinchukin Bank, Aizawa Asset Management, dan Lotte F&L.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Kasih Layanan Akses Gaji Instan ke Karyawan, Ini Cuan Bisnis Paywatch




    Next Article



    Alipay Mau Masuk RI dari China, BI Bilang Minta Izin Saja Belum



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.