Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Kecil Berani Usik Google, Nasibnya Berujung Tragis
    Insight News

    Startup Kecil Berani Usik Google, Nasibnya Berujung Tragis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2023Updated:27 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kekuatan dan kekuasaan Google memang sulit dilawan. Beberapa eks pegawai Google sempat ingin membuat pesaing layanan Search, namun berakhir miris.

    Sridhar Ramaswamy pernah bekerja selama 15 tahun di Google. Ia adalah bos divisi iklan yang membawahi 10.000 karyawan. Seharusnya, ia sudah tahu seluk-beluk operasional Google.

    Ia lantas mengundurkan diri pada 2018 lalu, bersama dengan Vivek Raghunathan yang merupakan bos YouTube. Bersama-sama, mereka mendirikan ‘Neeva’, startup mesin pencari yang berambisi mengalahkan Google Search.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketika produk prototipenya jadi, semua orang yang mencoba Neeva mengaku puas. Respons positif itu menambah optimisme Ramaswamy dan Raghunathan. Mereka pun mantap meluncurkan Neeva.

    Sayangnya, baru empat tahun berdiri, Neeva akhirnya tutup. Nyatanya, tak segampang itu menggoyahkan kekuasaan Google yang sudah berdiri selama 20 tahun.

    Mesin pencari adalah layanan internet yang kompleks. Mengandalkan sumber informasi dari internet, ada banyak hal yang harus dipikirkan.

    Secara garis besar, mesin pencari bertugas untuk mengumpulkan database dari beragam sumber di internet atau disebut ‘search index’. Lantas, sumber tersebut diberikan ke pengguna ketika mereka mencari sesuatu di kolom pencarian.

    Namun, setiap tahapannya membutuhkan kompleksitas yang tinggi. Semuanya bersumbu pada 2 hal: uang dan waktu.

    Dikutip dari TheVerge, Kamis (27/7/2023), semua orang sebenarnya bisa membangun database mereka sendiri dan membukanya untuk umum. Namun, kapasitas penyimpanan dan bandwidth yang dibutuhkan sangat besar.

    “Bujet yang dibutuhkan bisa membuat bangkrut perusahaan,” tertera pada laporan TheVerge.

    Selain itu, ada harga pula yang dibutuhkan untuk membangun platform mesin pencari yang berkualitas. Di dalamnya ada kurasi konten, mekanisme bisnis dan iklan, user experience, dan masih banyak lagi.

    Setiap langkah kecil dalam operasional mesin pencari, ada biaya yang perlu dikeluarkan, waktu yang harus diinvestasikan, serta energi dan buah pikiran yang harus terus-menerus dikerahkan.

    Ketika membangun Neeva, Ramaswamy berpikir tentang satu hal. Ia menilai model bisnis Google adalah masalah besar. Cara Google menghimpun iklan, kata dia, membuat konten di dalam mesin pencari tak berkualitas.

    Namun, ketika menjalankan sendiri bisnis mesin pencarinya, nyatanya Neeva tak bisa mengalahkan dinasti yang sudah dibangun Google selama 2 dekade.


    Artikel Selanjutnya


    Google Mulai Ditinggal, Ini Cara Baru Gen Z Cari Informasi

    (fab/fab)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.