Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Ini Jual Udara Kotor, Dijual Mahal ke Microsoft Cs
    Insight News

    Startup Ini Jual Udara Kotor, Dijual Mahal ke Microsoft Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2023Updated:16 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat membuka fasilitas penghisap karbon komersial pertama di dunia. Karbon yang disedot dari udara disimpan di bawah tanah.

    Heirloom Carbon Technologies membuka fasilitas yang diberi nama direct air capture (DAC) di dekat San Francisco.

    Fasilitas milik Heirloom berbeda dengan fasilitas “carbon capture” (CCS) yang sudah ada di lusinan lokasi pertambangan di penjuru Bumi. CCS didesain untuk menyedot karbon yang dihasilkan oleh proses penghasil polusi seperti pertambangan batu bara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun teknologi carbon capture banyak diragukan oleh ahli dan aktivis, apalagi jika dikaitkan dengan istilah batu bara bersih ‘clean coal.’

    Teknologi DAC menyedot karbon dari atmosfer tanpa ada proses industri apapun yang menciptakan polusi. Fasilitas milik Heirloom menyimpan karbon di ruang beton bawah tanah.

    Fasilitasi pertama di Tracy, California, sangat kecil yaitu hanya mampu menyedot 1.000 ton karbon dioksida dari udara setiap tahun. Kapasitas ini berkembang pesat dalam dua tahun, dari 1 kilogram CO2 ke 1 juta kilogram hanya dalam 2 tahun.

    “Target kami adalah jutaan ton per tahun. Caranya dengan menyalin dan menerapkan desain dasar ini terus menerus,” kata CEO Heirloom, Shashank Samala seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (16/11/2023).

    Model bisnis Heirloom adalah menjual karbon yang mereka sedot dari atmosfer dalam bentuk kredit karbon ke perusahaan raksasa seperti Microsoft atau Shopify. Korporasi membeli karbon kredit untuk membuat “impas” emisi yang mereka hasilkan sehingga target pengurangan karbon tercapai.

    Sebelumnya, korporasi mengandalkan penghijauan seperti penanaman hutan untuk mengimbangi emisi yang mereka hasilkan.

    Pola bisnis ini juga tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak menuding pola seperti ini justru memberikan keleluasaan kepada korporasi untuk tidak mengurangi emisi, karena bisa bebas mencetak karbon.

    (dem/dem)


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.