Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Hamish Daud Goncang, Karyawan Tak Digaji Akhirnya Mundur
    Insight News

    Startup Hamish Daud Goncang, Karyawan Tak Digaji Akhirnya Mundur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Februari 2024Updated:19 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hamish Daud memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Chief Marketing Officer (CMO) Octopus. Ini dilakukan setelah kabar masalah yang membelit startup daur ulang sampah beberpa waktu.

    Pernyataan itu, Hamish sampaikan pada akun Instagram resminya. Dia tak banyak berbicara namun hanya mengatakan pengunduran dirinya dikarenakan alasan pribadi.

    “Empat tahun terakhir saya terjun di sebuah perusahaan startup bernama Octopus untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” jelas Hamish. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Dengan berat hati saya mengumumkan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya sebagai CMO/Co-Founder. Saya akan mengundurkan diri dari posisi saya di Octopus karena alasan pribadi.”

    Hamish mendoakan yang terbaik bagi startup yang dia dirikan itu. Suami penyanyi Raisa itu meyakini Octopus bisa kembali bangkit.

    “Saya yakin perusahaan ini dapat bangkit kembali dan memberikan dampak lingkungan yang lebih besar lagi dalam waktu dekat,” jelasnya.

    Octopus menyediakan layanan pengumpulan produk limbah dari konsumen. Langkah berikutnya adalah mendaur ulang sampah tersebut menjadi bahan baku.

    Startup tersebut didirikan oleh lima orang. Selain Hamish ada juga Mohammad Ichsan, Niko Adi Nugroho, Rizki Mardian, dan Dimas Ario.

    Pada Juli 2023 mereka telah mengantongi pendanaan sebesar US$5 juta. Pemimpin pendanaan tersebut adalah OpenSpace dan SOSV.

    Saat itu, Octopus mengatakan akan menggunakan uangnya untuk melakkan ekspnansi secara agresif. Salah satunya untuk lima fasilitas pemilihan dan 1.700 pos di Jakarta, Bandung, Bali dan Makassar.

    Namun sejak beberapa waktu lalu, Octopus dilanda banyak masalah. Salah satunya soal tunggakan gaji karyawan.

    Bukan hanya itu, pendidikan CEO Mohammad Ichsan juga jadi pertanyaan. Dalam laporan Tech in Asia, dia mengaku sebagai lulusan UC Berkeley namun informasi itu disebut tidak benar.

    Soal pembayaran gaji pegawai,Ichsan sudah membuka suara. “Untuk masalah gaji adalah tanggung jawab saya sebagai CEO serta para pemegang mayoritas saham,” katanya dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (27/12).


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.