Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Chip Otak Elon Musk Diam-Diam Terima Rp 667 Miliar
    Insight News

    Startup Chip Otak Elon Musk Diam-Diam Terima Rp 667 Miliar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 November 2023Updated:28 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kantong startup chip otak milik Elon Musk makin tebal. Perusahaan bernama Neuralink tersebut diam-diam menggalang pendanaan tambahan US$ 43 juta (Rp 667 miliar). 

    Berdasarkan laporan keterbukaan perusahaan yang dikutip oleh TechCrunch, startup tersebut mengubah jumlah penggalangan dana terakhir mereka dari US$ 280 juta (Rp 4,34 triliun) menjadi US$ 323 juta (Rp 5 triliun).

    Ada 32 investor yang berpartisipasi di pendanaan tersebut. Founders Fund, modal ventura milik Peter Thiel, bertindak sebagai investor utama.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Reuters melaporkan valuasi Neuralink telah menyentuh angka US$ 5 miliar (Rp 77 triliun). Angka tersebut berdasarkan harga saham yang diperdagangkan secara privat.

    Neuralink didirikan pada 2016 untuk mencari cara menanam chip ke otak manusia yang berfungsi membaca aktivitas otak dan mengirim sinyal elektronik ke perangkat lain.

    Peneliti sebetulnya sudah lama menemukan dan menggunakan teknologi pembaca sinyal otak. Terobosan yang dicari Neuralink adalah membuat perangkat nirkabel (wireless) yang tertanam di otak.

    Pada Mei 2023, Neuralink telah menerima persetujuan regulator obat dan makanan AS (FDA) untuk menjalankan uji coba klinis manusia.

    Uji coba 6 tahun

    Neuralink link telah memulai uji coba awal yang akan berlangsung selama enam tahun, yang disebut sebagai “Studi PRIME.” Tujuan uji coba awal ini adalah menguji teknologi Neuralink yang dirancang untuk membantu mereka yang memiliki pengendalian kelumpuhan.

    Perusahaan mencari penderita kelumpuhan akibat cedera tulang belakang vertikal atau ALS yang berusia di atas 22 tahun dan memiliki perawat yang dapat diandalkan untuk menjadi bagian dari penelitian ini.

    Studi PRIME dirancang untuk meneliti tiga hal sekaligus. Yang pertama adalah implan N1, perangkat otak-komputer Neuralink. Kedua, menguji robot R1, robot bedah yang digunakan untuk menanam chip di otak.




    Foto: Seekor monyet memainkan game Pong hanya dengan menggunakan otaknya. (Tangkapan Layar youtube Neuralink)

    Ketiga adalah N1 User App, software yang terhubung ke N1 yang fungsinya menerjemahkan sinyal otak ke dalam tindakan komputer.

    Mengutip The Verge, Neuralink mengatakan pihaknya berencana untuk menguji keamanan dan kemanjuran ketiga bagian sistem.

    Para peneliti telah lama menguji implan yang memungkinkan penderita kelumpuhan mengendalikan komputer dan perangkat lain. Dua penelitian yang diterbitkan baru-baru ini, misalnya, menunjukkan antarmuka otak-ke-komputer dapat membantu pasien ALS berkomunikasi dengan mengetik di komputer. Jadi ini bukanlah komputer otak menyeluruh yang dibicarakan Musk selama bertahun-tahun

    Neuralink sendiri telah menjadi magnet kontroversi selama bertahun-tahun, baik karena janji-janji Musk yang berlebihan maupun praktik internal perusahaan.

    Mereka yang berpartisipasi dalam Studi PRIME, akan mulai studi selama 18 bulan yang melibatkan sembilan kunjungan dengan para peneliti. Setelah itu, mereka akan menghabiskan setidaknya dua jam seminggu untuk sesi penelitian antarmuka otak-komputer dan kemudian melakukan 20 kunjungan lagi selama lima tahun ke depan.

    Neuralink tidak menyebutkan berapa banyak subjek yang dicarinya atau kapan pihaknya berencana memulai studi, tetapi hanya berencana memberikan kompensasi biaya terkait studi seperti perjalanan ke dan dari lokasi studi.


    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Tanam Chip Pertama ke Otak Manusia

    (dem/dem)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.