Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Milik Elon Musk Sudah Masuk Negara Tetangga RI
    Insight News

    Starlink Milik Elon Musk Sudah Masuk Negara Tetangga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juli 2023Updated:4 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa telekomunikasi Australia, Telstra, akan bermitra dengan Starlink, perusahaan milik Elon Musk. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyediakan jaringan internet di area pedalaman benua tetangga Indonesia tersebut.

    Dalam blog perusahaan, Telstra memaparkan kolaborasi mereka dengan Starlink, perusahaan penyedia jaringan internet berbasis satelit dan anak usaha SpaceX. Layanan internet Starlink bakal ditawarkan ke warga Australia dalam bentuk bundling.

    “Penambahan Starlink akan menyediakan opsi konektivitas tambahan untuk warga dan bisnis di lokasi perdesaan dan terpencil,” kata Telstra dalam blog perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Layanan internet satelit Starlink mulai ditawarkan Telstra pada akhir 2023. Layanan berbasis infrastruktur Starlink dijanjikan lebih cepat dibanding layanan ASDL berbasis internet kabel tembaga Telstra.

    Starlink kini mengoperasikan lebih dari 3.500 di orbit Bumi rendah yang bisa digunakan untuk mengakses internet memanfaatkan perangkat serupa parabola mini di permukaan Bumi.

    Sebelumnya, Starlink diketahui telah mengurus izin operasi di RI melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kominfo memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) Starlink kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat).

    “Hak Labuh Satelit tersebut hanya berlaku untuk layanan backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup PT. TELKOM SATELIT INDONESIA, bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung oleh SPACE EXPLORATION TECHNOLOGIES CORP (STARLINK),” ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, pada Senin (13/6/2022).

    Backhaul adalah teknologi yang memfasilitasi perpindahan data dari satu infrastruktur telekomunikasi ke telekomunikasi lainnya. Teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung penyediaan layanan broadband internet terutama selular 4G, terutama di daerah rural yang belum tersambung secara langsung dengan kabel serat optik.

    Dedy Permadi mengungkapkan layanan satelit Starlink hanya dapat beroperasi jika pembangunan Gateway Station – Teresterial Component untuk menerima layanan kapasitas Satelit Starlink serta pengurusan Izin Stasiun Radio (ISR) Satelit Starlink telah dirampungkan oleh Telkomsat. Sebagai pemegang eksklusif atas Hak Labuh Satelit Starlink maka Telkomsat berhak mendapatkan layanan backhaul satelit.

    “Operasional pemanfaatan layanan Starlink oleh Telkomsat wajib tunduk pada regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan kewajiban hak labuh. Izin hak labuh akan dievaluasi setiap tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi dan sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku,” ungkap Dedy Permadi.



    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Tolak Jadi Biang Kerok Penyebab Perang Dunia III

    (dem/dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.