Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Cuma Bayar Rp 2 Miliar, Operator Seluler Rp 21,1 Triliun
    Insight News

    Starlink Cuma Bayar Rp 2 Miliar, Operator Seluler Rp 21,1 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Juni 2024Updated:21 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengeluaran Starlink untuk bisa beroperasi di Indonesia ternyata jauh lebih kecil dibandingkan dengan para pemain lokal. Ini diungkapkan Pengamat Telekomunikasi dari STEI ITB, Agung Harsoyo.

    Melalui Starlink, pemiliknya Elon Musk diketahui hanya berinvestasi Rp 30 miliar saja di Indonesia. Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding raksasa teknologi yang berinvestasi di Indonesia seperti Apple dan Microsoft.

    Begitu juga dengan yang dikeluarkan para operator seluler Indonesia. Mereka mengeluarkan banyak investasi dari penggelaran jaringan fiber optik, membangun menara telekomunikasi, hingga membuat pabrik perangkat telekomunikasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Nilai investasi Starlink tersebut tak sebanding jika ada perusahaan telekomunikasi mati atau ada investor telekomunikasi kabur dari Indonesia. Menurut saya itu bukan prestasi yang patut dibanggakan,” ujar Agung dikutip dari Detik.com, Jumat (21/6/2024).

    Selain itu, Starlink hanya dibebankan biaya regulatory charges senilai maksimal Rp 2 miliar per tahun untuk satu unit satelit. Ini berdasarkan BHP izin stasiun radio (ISR) satelit yang didapatkan Starlink.

    Sebagai catatan, layanan itu memberikan sinyal internet lebib dari 200 unit untuk Indonesia. Seharusnya, Agung mengatakan Starlink dikenakan biaya berdasarkan jumlah satelit yang digunakan untuk layanan di dalam negeri.

    Dengan begitu, Agung menjelaskan perubahannya akan meningkatkan PNBP negara. Selain juga diharapkan bisa menciptakan iklim persaingan usaha.

    Sebagai informasi, operator seluler mendapatkan BHP izin pita frekunesi radio (IPFR). Para perusahaan harus menanggung biaya Rp 21,1 triliun pada 2023 untuk negara.

    “Jika nantinya mereka menyelenggarakan direct to cell, harusnya pemerintah dapat mengenakan Starlink dengan BHP IPFR layaknya operator seluler,” ucap Agung.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.